Manusia, Keadilan, Pandangan Hidup, dan Tanggung Jawab

MANUSIA DAN KEADILAN



A.    PENGERTIAN KEADILAN

1.      PENGERTIAN
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. Intinya, keadilan adalah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya atau sesuai dengan porsinya, adil tidak ha­rus merata berlaku bagi semua orang tetapi sifatnya sangat subjektif.
Keadilan bisa juga diartikan sebagai adalah suatu hal yang berkaitan dengan sikap dan tindakan dalam hubungan antar manusia yang berisi sebuah tuntutan agar antar sesama mendapatkan perlakuan sesuai hak dan kewajibannya. Dengan adanya keadilan, maka kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik lagi.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), keadilan adalah sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil. Keadilan berasal dari kata adil yang artinya menurut KBBI adalah  sebagai berikut :
  • sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak,
  • berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran
  • sepatutnya; tidak sewenang-wenang

Para ahli dan pakar memiliki pendapat yang berbeda beda dalam mendefinisikan apa itu keadilan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini pengertian keadilan menurut para ahli secara lengkap :

a.      Aristoteles

Keadilan adalah tindakan yang memberikan sesuatu kepada orang yang memang menjadi haknya. Ia juga berpendapat bahwa keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia, yaitu titik tengah antara kedua ujung ekstrem, tidak berat sebelah, dan tidak memihak.
b.      John Rawls

Filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, John Rawls menyatakan bahwa pengertian keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran.
c.       Plato

Keadilan adalah mematuhi semua hukum dan perundangan yang berlaku. Ia juga berpendapat bahwa keadilan adalah sesuatu hal yang berada di luar kemampuan manusia biasa yang sumber berasal dari perubahan dalam masyarakat. Untuk mewujudkan keadilan, masyarakat harus dikembalikan pada struktur aslinya.
2.      CONTOH
a.       Pembagunan yang ada di wilayah Papua yang menjadi upaya pemerintahan memeratakan infrastruktur. Pembangunan di Papua menjadi simbul dalam menegakan keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia, dengan adanya sisi penambahan pembangunan tersebutlah tidak ada perbadingan yang mencolok terjadi pada masyarakat di Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Barat yang saat ini sedang terjadi.
b.      4Dalam penerapan hukum, tidak ada pandang bulu bagi pelaku kriminal. Semua orang akan senantiasa menjalankan mendapatkan hukum setipal sesuai dengan perbuatannya. Baik anak pejabat ataupun anak rakyat biasa.


B.     KEADILAN SOSIAL

1.      KEADILAN DALAM PANCASILA
Sila ke 5 adalah Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar putih. Padi dan kapas adalah kebutuhan utama semua masyarakat Indonesia tanpa melihat status dan kedudukannya, padi melambangkan makanan pokok, sedangkan kapas melambangkan sandang / pakaian. Ini mencerminkan persamaan sosial, dimana tidak ada perbedaan dan kesenjangan sosial/ekonomi antara satu dengan yang lainnya.

2.      5 WUJUD PERADILAN DALAM SIKAP DAN PERBUATAN
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yaitu :
a.       Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
b.      Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
c.       Sikap suka memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan.
d.      Sikap suka bekerja keras.
e.       Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

3.      ASAS KEADILAN SOSIAL
Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan ke dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui 8 jalur pemerataan, yaitu :
a.       Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan perumahan.
b.      Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
c.       Pemerataan pembagian pendapatan.
d.      Pemerataan kesempatan kerja.
e.       Pemerataan kesempatan berusaha.
f.       Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan,
g.      Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh tanah air.
h.      Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.

C.    BERBAGAI MACAM KEADILAN

1.      MACAM-MACAM KEADILAN
Berikut ini jenis dan macam macam keadilan secara umum :
  • Keadilan Komunikatif (Iustitia Communicativa), yaitu suatu keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang terhadap apa yang menjadi bagiannya dengan berdasarkan suatu hak seseorang pada suatu objek tertentu.
  • Keadilan Distributif (Iustitia Distributiva), yaitu suatu keadilan yang memberikan kepada masing-masing terhadap apa yang menjadi suatu hak pada subjek hak yakni individu.
  • Keadilan Legal (Iustitia Legalis), yaitu suatu keadilan menurut undang-undang dimana objeknya ialah masyarakat yang dilindungi UU untuk kebaikan secara bersama atau banum commune.
  • Keadilan Vindikatif (Iustitia Vindicativa), yaitu suatu keadilan yang memberikan hukuman ataupun denda yang sesuai dengan pelanggaran ataupun kejahatannya.
  • Keadilan Kreatif (Iustitia Creativa), yaitu suatu keadilan yang memberikan masing-masing orang dengan berdasarkan bagiannya yang berupa suatu kebebasan untuk dapat menciptakan kreativitas yang dimilikinya dalam berbagai bidang kehidupan.
  • Keadilan Protektif (Iustitia Protektiva), yaitu suatu keadilan dengan memberikan suatu penjagaan ataupun perlindungan kepada pribadi-pribadi dari suatu tindak sewenang-wenang oleh pihak lain.

D.    KEJUJURAN

1.      PENGERTIAN KEJUJURAN
Jujur adalah suatu sifat manusia yang sangat sulit untuk diterapkan. Sifat jujur yang benar-benar jujur seringkali hanya dapat diterapakan oleh orang yang sudah terlatih dari kecil untuk menegakkan sifat jujur. Untuk itu pada pembahasan kali ini kami akan mengulas tentang Kejujuran. Yang mencakup pengertian, karakteristik dan macam-macam sifat jujur dalam Islam dengan lengkap dan mudah dipahami.
Kejujuran adalah suatu sikap seseorang yang biasanya diungkapkan dengan ucapan ataupun perbuatan dengan spontan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa ada rekayasa dari yagn diucapkan dan dilakukannya.
Pengertian Kejujuran Menurut Para Ahli :
a.       Kesuma
Kesuma mendefinisikan jujur adalah suatu keputusan seseorang untuk mengungkapkan perasaannya, kata-katanya atau perbuatannya bahwa realitas yang ada tidak dimanipulasi dengan cara berbohong atau meniru orang lain untuk keuntungan dirinya.
b.      Mustari
Mustari mendefinisikan jujur adalah suatu perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap dirinya ataupun pihak lain.
c.       Zuriah
Zuriah mendefinisikan jujur adalah nilai dan prinsip kejujuran juga dapat ditanamkan pada diri siswa di jenjang pendidikan dasar melalui kegiatan mengoreksi hasil ulangan secara silang dalam kelas.

2.      HAKIKAT KEJUJURAN
Sebenarnya makna kejujuran bermacam-macam , diantaranya :
c.       Jujur dalam perkataan.
Setiap perkataan tidak berbicara kecuali dengan jujur. Jujur pada level ini adalah bentuk kejujuran yang paling jelas dan paling mudah dikenali.
d.      Jujur dalam niat dan keinginan.
Ini terkait dengan rasa ikhlas. Apabila amalnya tercampuri oleh sebagian ambisi jiwa (terhadap dunia), maka kejujuran niatnya batal, bisa jadi dia dusta. Contohnya di depan terlihat baik, ramah, menyanjung, ternyata di belakang menjelek-jelekan.
e.       Jujur dalam tekad dan jujur untuk memenuhinya.
Misalnya seseorang mengatakan, “Bila Allah memberiku harta, maka aku akan menyedekahkan seluruhnya”. Ini adalah tekad yang bisa jadi jujur namun bisa juga tidak. Jiwa mudah berjanji, karena ia memang tidak sulit bila hakikat-hakikat terwujud, tekad terbuka dan hawa nafsu tidak menguasai.
f.       Jujur dalam amal perbuatan.
yaitu antara batin dan lahirnya sama, sehingga amal-amal lahirnya sama dengan batinnya. Contoh tidak jujur Ketika ditanya “kamu hendak kemana?” jawabannya akan ke tempat A, faktanya ke tempat B.
g.      Jujur dalam kedudukan-kedudukan agama.
Ini adalah derajat tertinggi , seperti jujur dalam takut dan berharap , zuhûd dan ridha, cinta & tawakkal kepada Allah SWT. Karena perkara ini memiliki dasar pijakan, memiliki tujuan yang jelas juga hakikat yang jelas. Oarang jujur yagn sebenarnya adalah orang yang meraih hakikatnya. Contohnya tidak mengambil yang bukan haknya/ mencuri, amanah, tidak berghibah, dll.

E.     KECURANGAN

1.      PENGERTIAN KECURANGAN
Kecurangan adalah suatu hal yang paling kita benci karena terjadi sesuatu yang tidak sportif maupun tidak jujur. Kecurangan sebagian besar dapat merugikan orang lain, perusahaan, negara, maupun dirinya sendiri. 
 Kesengajaan atas salah pernyataan terhadap suatu kebenaran atau keadaan yang disembunyikan dari sebuah fakta material yang dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan perbuatan atau tindakan yang merugikannya, biasanya merupakan kesalahan namun dalam beberapa kasus (khususnya dilakukan secara disengaja) memungkinkan merupakan suatu kejahatan.
Penyajian yang salah/keliru (salah pernyataan) yang secara ceroboh/tanpa perhitungan dan tanpa dapat dipercaya kebenarannya berakibat dapat mempengaruhi atau menyebabkan orang lain bertindak atau berbuat.
Suatu kerugian yang timbul sebagai akibat diketahui keterangan atau penyajian yang salah (salah pernyataan), penyembunyian fakta material, atau penyajian yang ceroboh/tanpa perhitungan yang mempengaruhi orang lain untuk berbuat atau bertindak yang merugikannya.

2.      PENYEBAB ORANG MELAKUKAN KECURANGAN
Pada dasarnya, kecurangan dapat terjadi si akibatkan oleh beberapa hal yang mendasarinya terjadi secara bersama – sama. Ketiga hal tersebut yaitu:
§  Insentif atau tekanan atau dorongan untuk melakukan fraud
§  Peluang untuk melakukan kecurangan
§  Sikap ataupun rasionalisasi untuk membenarkan tindakan fraud
Ø  Kecurangan Akibat Faktor Generik/Umum
Yang menjadi korban dari kecurangan atau fraud berdasarkan faktor generik / umum adalah yang memiliki keterkaitan dengan organisasi. Faktor – faktor generik ini dapat berupa:
a.       Kesempatan (Opportunity)
Pada umumnya muncul sebagai akibat dari lemahnya pengendalian internal di dalam organisasi tersebut. Selain itu terbukanya kesempatan ini juga bisa menggoda individu maupun kelompok yang sebelumnya tidak memiliki motif untuk melakukan kecurangan. Biasanya manajemen organisasi atau perusahaan memiliki potensi yang lebih besar mengalami kecurangan dibandingkan dengan karyawan. Karena kesempatan kecurangan tergantung pada kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Namun jangan salah juga kesempatan elakukan kecurangan selalu ada di setiap kedudukan.
b.      Pengungkapan (Exposure)
Suatu kecurangan yang terjadi belum tentu dapat menjamin untuk tidak akan terulang kembali kecurangan tersebut baik itu dilakukan oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang lainnya. Maka dari itu untuk setiap pelaku kecurangan haruslah di kenakan sanksi apabila perbuatannya tersebut dapat terungkap. Berikan sanksi kepada orang yang telah melakukan kecurangan. Sehingga kemungkinan masalah yang sama terjadi kecil. Perintahkan pelaku kecurangan untuk mengungkapkan apa yang terjadi.
Ø  Kecurangan Akibat Faktor Individu
Individu sebagai pelaku kecurangan. Faktor individu dapat berupa sebagai berikut:
a.       Serakah (Greed)
Sifat yang serakah atau tamak sangat merugikan diri sendiri. Ini dipengaruhi oleh pandangan hidup dan lingkungan yang menjadi pembentukan kepribadian seseorang.
b.      Kebutuhan (Need)
Kebutuhan akan pandangan atau pikiran dan keperluan pegawai atau pejabat yang terkait dengan aset suatu perusahaan atau lembaga tempat bekerja berhubungan dengan faktor kecurangan. Adanya tekanan dari luar yang diberikan dapap mengubah pola pikir orang yang awalnya jujur menjadi melakukan kecurangan

F.     PERHITUNGAN (HISAB) DAN PEMBALASAN

1.      MACAM-MACAM PERHITUNGAN DAN PEMBALASAN
Dinegara kita ada suatu lembaga khusus yang menangani kejahatan yaitu POLISI, disini polisi akan menyelidiki, dan mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan yang selanjutnya akan diserahkan kepengadilan untuk diproses menurut UUD.
Dalam islam kita kenal yaitu Yaumul hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita didunia. disini manusia yang telah meninggal akan di hitung semua amal baik dan buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka iya akan masuk surga dan jika amal buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk neraka. dan di neraka inilah segala perbuatan jahat manusia di dunia akan di balas sesuai dengan banyaknya kejahatan mereka didunia.

G.    PEMULIHAN NAMA BAIK

1.      PENGERTIAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan citra seseorang dimata lingkungannya, jika nama baik seseorang rusak maka rusak pulalah citra orang tersebut di mata orang sekelilingnya. menjaga nama baik sangatlah susah dibandingkan mendapatkanya, seseorang harus menjaga sikapnya dan tingkah lakunya di masyarakat.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk moral yang memiliki etika dan estetika. dan ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang hams dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

2.      HAKEKAT PEMULIHAN NAMA BAIK
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a)    Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk bermoral
b)    Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral.
Bila nama baik seseorang tercemar maka orang tersebut akan melakukan apa saja untuk memulihkan nama baiknya. Pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahnnya bahwa apa saja yang diperbuat tidak sesuai dengan ukuran moral atau akhlak.
Akhlak berasal dari bahasa arab bentuk jamak dari khuluq yang berarti penciptaan. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptaannya sebagai manusia.
Ada 3 macam godaan yaitu derajat/pangkat, harta dan wanita. Bila orang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya maka ia akan terjerumus  kejurang  kenistaan karena untuk mendapatkan derajat/pangkat, harta dan wanita dipergunakan jalan yang tidak wajar.
Untuk memulihkan nama baik, manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir saja melainkan harus bertingkah laku sopan, ramah dan berbuat darma serta mempunyai sikap rela dan tawakal yang harus selalu dipupuk.

H.    PEMBALASAN

1.      PENGERTIAN PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Dimana ada korban yang dirugikan atas reaksi itu, pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan akan memberikan pembalasan bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu dengan surga. Bagi yang tidak bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan atau siksaan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan atau siksaan api neraka.

2.      PENYEBAB PEMBALASAN
Pembalasan disebabkan sifat dendam. Dendam merupakan sifat yang di benci oleh tuhan, dan merupakan sifat tercela, sifat ini belum akan merasa puas apabila diri kita belum membalaskan kekecewaan atau kekesalan hati kita terhadap oarang yang melakukan kejahatan kepada kita.




MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A.    PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI

1.      PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan atau pemikiran itu merupakan hasil dari hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman atau sejarah seseorrang menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukan timbul seketika atau dalam waktu yang singkat, melaikan melalui proses waktu yang cukup lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran ersebut diuji kenyataan. Barulah hasil pemikiran tersebut bisa atau tidak diterima oleh akal dan diakui kebenarannya. Atas dasar itulah manusia menerima pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklisifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri ari 3 macam :
a.       Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
b.      Pandangan hidup yang berasal dari ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
c.       Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

2.      PANDANGAN HIDUP MUSLIM
Nilai didalam Islam sangatlah luas, namun tidak banyak masyarakat yang mengetahui manfaat dan cara- cara menerapkan nilai ajaran Islam. Islam memberikan konsep yang lengkap dan sempurna tentang seluruh aspek kehidupan dengan konsep yang benar. Maka dengan inilah nilai-nilai ajaran agama Islam sebagai pandangan hidup, beribadah dan bermasyarakat diantaranya ialah:
a.         Aqidah/ keyakinan
Yakni keyakinan tentang Tuhan, nama dan sifatnya; kekuasaan wewenang dan hak-hakNya; pengawasan-Nya, pembalasan-Nya di dunia dan di akhirat; tentang Nabi dan Rasul; tentang alam ghaib, malaikat, jin, iblis, setan, kehidupan sesudah mati; alam barzah; kebangkitan; hisab, surga, neraka dan hal-hal ghaib lainnya. semua dijelaskan tuntas dalam aqidah Islamiyah.
b.      Akhlak/ perilaku
Yakni sikap moral manusia terhadap Allah, dirinya, sesama manusia dan alam semesta. Aqidah Islamiyah akan membentuk kesadaran untuk selalu berbuat yang terbaik dan menghindari yang buruk.
c.       Pendidikan
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaran kalam. [QS. Al Alaq:1-5] Islam sebagai pedoman hidup harus dipahami dengan baik dan diwariskan pemahamannya kepada generasi penerus agar mereka tidak sesat, proses tersebut hanya berhasil melalui pendidikan yang Islami.
d.      Sosial
Islam mengatur sedemikian jelas sehingga tercipta suatu hubungan sosial yang harmonis, penuh kasih sayang dan bebas dari permusuhan.
e.       Politik
Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.[QS.Almaidah:59] Sebagai khalifah Allah di bumi, kita tidak akan lepas dari masalah politik, baik sebagai subyek maupun obyek. Dengan Islam Allah mengatur bagaimana seharusnya politik dan berpolitik itu.
Tarbiyah siyasiah yang bermakna pendidikan atau pembinaan politik adalah sangat urgent dipahami oleh setiap muslim. Karena pemahaman politik yang sejatinya, tidak sama dengan pemahaman selama ini dalam ilmu politik secara umum, yaitu berpolitik yang hanya dimaksudkan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Akan tetapi kita berpartisipasi dalam politik untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran ilahiah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Berkuasa untuk melayani umat, dan memimpin untuk memperbaiki sistem yang tidak berpihak kepada nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.
f.       Ekonomi
Untuk menunaikan tugas-tugas dan agar bisa bertahan hidup, manusia melakukan kegiatan ekonomi. Islam mengatur agar kegiatan ekonomi itu bukan untuk memenuhi kesenangan sesaatnamun menyiapkan kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat nanti.
3.      PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideologi merupakan suatu ide atau gagasan. Kata Ideologi pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Prancis Destutt de Tracy pada tahun 1796. Kata ideologi sendiri berasal dari bahasa Prancis idéologie, merupakan gabungan 2 kata yaitu, idéo yang mengacu kepada gagasan dan logie yang mengacu kepada logos, kata dalam bahasa Yunani untuk menjelaskan logika dan rasio. Destutt de Tracy menggunakan kata ini dalam pengertian etimologinya, sebagai “ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan hakikat ide atau gagasan.
 Secara umum, pengertian Ideologi adalah kumpulan ide, cita-cita, pandangan atau gagasan bersifat sistematis berupa konsep yang bisa dijadikan asas, pendapat, tujuan, dan penunjuk arah kelangsungan hidup, termasuk dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.
Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang luas, sebagai cara memandang segala sesuatu. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga pembuat konsep ini menjadi intisari politik. Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif.
Pengertian ideologi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) terbagi menjadi 3, berikut penjelasannya :
·         Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.
·         Ideologi adalah cara berpikir seseorang atau suatu golongan.
·         Ideologi adalah paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik.

Pengertian ideologi menurut para ahli:

a.       Alfian
Pengertian ideologi adalah suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai segi kehidupan.
b.      C.C. Rodee
Pengertian ideologi adalah sekumpulan yang secara logis berkaitan dan mengindentifikasikan nilai-nilai yang memberi keabsahan bagi institusi dan pelakunya.
c.       Drs. Moerdiono
Ideologi berarti a system of ideas, akan mensistematisasikan seluruh pemikiran mengenai kehidupan ini dan melengkapinya dengan sarana serta kebijakan dan strategi dengan tujuan menyesuaikan keadaan nyata dengan nilai-nilai yang terkandung dalam filsafat yang menjadi induknya.
d.      Gunawan Setiardjo 
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan atau aqidah ‘aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.
4.      HAK IDEOLOGI
Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi. Sementara hak ideologi dibagi menjadi 2, yaitu :

a.       Hak memperoeh kebebasan
b.      Hak memperoleh perlindungan sebagai warga negara

B.     CITA-CITA

Cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada di dalam hati. Cita-cita merupakan bagian atau salah satu dari unsur dari pandangan hidup manusia yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu dapat di sebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
Sebagian orang mengatakan bahwa cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Namun bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri.
Namun bagi yang menganggap cita-cita itu sebagai mimpi, maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita ibaratkan air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya.

C.    KEBAJIKAN

1.      PENGERTIAN KEBAJIKAN
Kebajikan adalah pola pemikiran dan tingkah laku yang berdasarkan standar moral yang tinggi. Kebajikan adalah Sumber dari Semua Bentuk Kebahagiaan. Kebajikan atau virtue adalah kualitas moral yang baik. Kebenaran dan tanggung jawab. Dari definisi tersebut, penekanannya ada kepada karakter baik dari manusia itu sendiri. Kebajikan sebagai karakteristik dapat dikelompokkan sebagai beberapa Karakter yang Baik berikut ini,
a.       Kearifan dan Pengetahuan
Kelompok pertama kebajikan (Seligman, 2005) adalah kearifan. Dan kata turunannya yang penting, yaitu pengetahuan, dari dasar yang paling mendasar (keingintahuan) sampai dengan yang paling matang (perspektif).
·         Keingintahuan/ ketertarikan terhadap dunia
Keingintahuan akan dunia mencakup keterbukaan terhadap pengalaman dan fleksibilitas segala sesuatu yang tidak sesuai dengan konsepsi awal. Orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tidak sekedar toleran terhadap ambiguitas, mereka menyukainya untuk membedahnya. Keingintahuan dapat bersifat spesifik atau global, penedakatan yang mencermati segala hal. Rasa ingin tahu secara aktif mengikutsertakan hal baru dan penyerapan informasi yang pasif tidak menampilkan kekuatan ini.
·         Kecintaan untuk belajar
Kecintaan untuk belajar ditunjukkan dengan kesukaan seseorang untuk mempelajari hal-hal baru dimanapun ia berada. Kecintaan belajar juga ditandai dengan kesukaan seseorang untuk mempelajari bidang tertenu walaupun tidak ada insentif eksternal apapun untuk melakukannya. Kecintaan untuk belajar akan mencerminkan kekuatan khas apabila suatu pengetahuan dipelajari demi pengetahuan itu sendiri.
·         Pertimbangan/ Pemikiran kritis/ Keterbukaan pikiran
Memikirkan sesuatu secara seksama dan mengamatinya dari semua sisi merupakan aspek penting dari dalam diri. Pertimbangan adalah menjalankan penyaringan informasi dengan objektif dan rasional, demi kebaikan diri sendiri dan orang lain. Pertimbangan menampakkan orientasi pada kenyataan. Kebaikan dari kekuatan ini adalah berpikir dengan carayang mendukung dan meneguhkan apa yang sudah menjadi keyakinan. Kekuatan ini merupakan bagian yang penting dari watak yang sehat, supaya tidak mengacaukan antara keinginan dan kebutuhan dengan kenyataan.
·         Kecerdikan/ Orisinalitas/ Intelegensia Praktis/ Kecerdasan Sehari- hari
Kekuatan kecerdikan/ orisinalitas ditunjukkan seseorang melalui kepandaian menemukan perilaku yang baru tetapi tepat untuk meraih suatu tujuan yang diinginkan dan jarang merasa puas dalam mengerjakan sesuatu melalui cara konvensional. Kategori ini juga meliputi kreativitas seperti yang dimaksudkan oleh orang pada umumnya, tetapi tidak dibatasi oleh aktivitas kesenian murni.Kekuatan ini juga disebut intelegensia praktis, pikiran sehat (common sense) atau kecerdasan sehari-hari.
·         Kecerdasan Sosial/ Kecerdasan Pribadi/ Kecerdasan Emosional
Kecerdasan sosial dan pribadi merupakan pengetahuan mengenai diri sendiri dan orang lain. Peduli akan motif dan perasaan orang lain, dan dapat menanggapinya dengan baik. kecerdasan social adalah kemampuan melihat perbedaan diantara orang-orang lain, terutama berkaitan dengan suasan hati, tempramen, motivasi dan niat, kemudian bersikap berdasarkan perbedaan ini. Kecerdasan personal berupa pemahaman sepenuhnya akan perasaan sendiri dan kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut untuk mengerti dan memandu perilaku. Aspek lain dari kekuatan ini adalah kemampuan untuk menemukan tempat yang tepat bagi diri sendiri, menempatkan diri pada kondisi yang memaksimalkan keahlian dan minat.
·         Perspektif
Perspektif merupakan kekuatan paling matang pada kategori ini dan paling mendekati kearifan itu sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan adanya cara pandang seseorang terhadap dunia yang terasa masuk akal bagi dirinya sendiri dan orang lain dan diri sendiri. orang yang arif merupakan pakar dalam hal-hal yang penting dalam hidup, sehingga orang lain akan menimba pengalaman darinya untuk membantu menyelesaikan persoalan mereka dan mendapatkan perspektif mereka sendiri.
b.      Keberanian
Kekuatan-kekuatan yang menyusun keberanian menunjukkan tekad yang dijalankan dengan waspada, untuk menuju hasil akhir yang waspada, untuk menuju hasil akhir yang bernilai tetapi belum pasti.Kebajikan ini (Seligman, 2005) dipuji secara universal dan setiap budaya mempunyai pahlawan yang memberikan teladan kebajikan ini. Kepahlawanan, ketekunan, dan integritas sebagai tiga rute yang umum diterima di pelbagai tempat untuk menuju kebalikan ini.
·         Kepahlawanan dan Ketegaran
Seorang yang tegar mampu memisahkan komponen emosi dan perilaku dari rasa takut, menahan diri untuk tidak memunculkan respon melarikan diri. Sikap tak kenal takut, kenekatan, dan ketergesaan, bukanlah kepahlawanan. Menghadapi bahaya mesipun takut, itulah kepahlawanan. Makna kepahlawanan disepanjang sejarah telah diperluas melebihi sekadar keberanian di medan perang, atau keberanian fisik. Sekarang istilah ini mencakup keberanian moral dan keberanian psikoogis. Keberanian moral adalah mengambil sikap yang diketahui tidak populer dan bisa jadi merugikan.
·         Sifat Rajin/ Ulet/ Tekun
Orang yang rajin akan mengerjakan tugas yang ulit dan menyelesaikannya, “menuntaskannya” dengan riang dan tidak banyak mengeluh. Keuletan bukan berari membabi buta mengejar tujuan yang tidak dapat dicapai. Seorang yang benar-benar rajin bersifat fleksibel, realistis dan tidak bersifat perfeksionis.
·         Integritas/ Ketulusan/ Kejujuran
Kejujuran merupakan hidup yang dialami tanpa kepura-puraan dan selalu menjadi orang yang “nyata”, bukan sekedar dengan berbicara benar, tetapi juga menjalani hidup yang autentik. Ketulusan dan integritas adalah kemampuan menampilkan diri sendiri kepada orang lain dan kepada diri sendiri dengan cara-cara yang tulus, melalui perkataan atau perbuatan.
c.       Cinta dan Kemanusiaan
Kekuatan ini diperlihatkan dalam interaksi social positif dengan orang lain.
·         Kebaikan dan Kemurahan Hati
Bersikap baik dan bermurah hati kepada orang lain dan tidak pernah terlalu sibuk untuk menolong. Senang berbuat baik untuk orang lain, bahkan meskipun tidak begitu mengenal mereka. Kebaikan hati mencakup beragam cara bergaul dengan orang lain, dengan mengutamakan kepentingannya. Sikap ini boleh menuntut untuk mengesampingkan kebutuhan dan keinginan sendiri saat itu (Seligman, 2005).
·         Mencintai dan Bersedia di cintai
Menghargai kedekatan dan keakraban dengan orang lain dengan menunjukkan kecintaan kepada orang lain sepanjang hidup. Jika orang lain juga merasakan penghargaan akan kedekatan dan keakraban tersebut maka seseorang telah terbukti memiliki kekuatan ini (Seligman, 2005).
d.      Keadilan
Kekuatan ini muncul pada aktivitas bermasyarakat. Inj meliputi (Seligman, 2005) hubungan satu persatu antara diri sendiri dengan orang lain sampai cara berhubungan dengan kelompok yang lebih besar seperti keluarga, komunitas, bangsa dan dunia.
·         Bermasyarakat/ Tugas/ Kerja Tim/ Loyalitas
Kekuatan ini ditunjukkan dengan kesediaan untuk berbagi, berdedikasi, bekerja keras, dan menunjukkan sikap hormat terhadap kelompok.
·         Keadilan dan Persamaan
Keadilan dan persamaan diterapkan dengan cara memberikan kesempatan kepada setiap orang, memperhatikan kesejahteraan orang lain. Meskipun tidak mengenalnya secara pribadi, kesejahteraan tersebut sama pentingnya dengan kesejahteraan sendiri.
·         Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang handal dalam mengorganisasi kegiatan dan mampu mengawasi jalannya kegiatan tersebut. Pemimpin yang simpatik haruslah seorang pemimpin yang efektif, berusaha agar tudas kelompok dapat terselesaikan, mampu menjaga hubungan yang baik dengan kelompoknya.
e.       Kesederhanaan
Sebagai kebajikan inti, kesederhanaan merujuk pada pengekspresian yang pantas dan moderat dari hasrat dan keinginan. Orang yang sederhana tidak menekan keinginan, tetapi menunggu kesempatan untuk memenuhinya sehingga tidak merugikan diri sendiri atau orang lain (Seligman, 2005).
·         Pengendalian Diri
Dapat menahan nafsu, keinginan, dan dorongan pada saat yang tepat. Tidak cukup dengan hanya mengetahui apa yang benar, tapi juga harus mewujudkan pengetahuan menjadi aksi.
·         Hati-hati/ Penuh pertimbangan
Seorang yang berhati-hati tidak akan melakukan atau mengatakan sesuatu yang kemudian di sesali. Hati-hati berarti menunggu sampai menyimak semua suara sebelum memulai serangkaian tindakan. Pribadi yang hati-hati berwawasan jauh dan penuh pertimbangan. Ia pandai menahan dorongan hati yang bertujuan jangka pendek demi kesuksesan jangka panjang.
·         Kerendahan hati dan Kebersahajaan
Tidak mencari sorotan, lebih suka prestasi yang berbicara, tidak menganggap diri sendiri istimewa, dan orang lain mengakui dan menghargai kebersahajaannya. Tidak pretensius. Orang-orang yang bersahaja memandang pendapat pribadi, kemenangan, kekalahan mereka sebagai hal yang kurang penting.
f.       Spiritualitas dan Transendensi
Transendensi adalah kekuatan emosi yang menjangkau keluar diri untuk menghubungkan diri ke suatu yang lebih besar dan lebih permanen kepada orang lain, masa depan, evolusi, ketuhanan, atau alam semesta (Seligman, 2005).
·         Apresiasi terhadap Keindahan dan Keunggulan
Bila kekuatan ini muncul secara intens, ia akan disertai kekaguman dan keingintahuan. Tindakan moral yang terpuji atau kebajikan, akan membangkitkan jenis emosi elevasi (emotion of elevation).
·         Bersyukur
Bersyukur adalah sebuah penghargaan terhadap kehebatan karakter moral orang lain. Sebagai sebuah emosi, kekuatan ini berupa ketakjuban, rasa terima kasih dan apresiasi terhadap kehidupan itu sendiri.
·         Harapan/ Optimisme/ Berpikiran ke Depan
Harapan, optimisme, berpikiran ke depan, adalah kelompok kekuatan yang mewakili pendirian positif dalam menghadapi masa depan. Berharap bahwa peristiwa yang baik akan terjadi, merasakan bahwa hal ini akan terwujud apabia berupaya keras, dan merencanakan kegembiraan di masa akan dating sejak sekarang, dan menggembleng hidup menuju tujuan.
·         Spiritualitas/ Tujuan Hidup/ Keyakinan/ Keagamaan
Kepercayaan membentuk tindakan dan merupakan sumber kedamaian.Kekuatan ini di tunjukkan dengan keyakinan yang kuat dan koheren tentang tujuan dan makna yang lebih tinggi dari alam semesta.
·         Sikap Pemaaf dan Belas Kasih
Memaafkan orang yang telah berbuat salah. Prinsip yang menjadi pedoman adalah belas kasih, bukan pembalasan. Pemberian maaf menimbulkan sejumlah perubahan bermanfaat pada seseorang yang telah diganggu atau disakiti oleh orang lain. Ketika orang memaafkan, motivasi dasar atau tendensi tindakannya terhadap pelaku menjadi lebih positif dan kurang negatif.
·         Sikap Main-main dan Rasa Humor
Orang yang suka tertawa dan membuat orang lain tersenyum, dapat dengan mudah melihat sisi positif kehidupan.
·         Semangat/ Gairah/ Antusiasme
Orang yang bersemangat adalah orang menceburkan diri, jiwa dan raga kedalam aktivitas yang di jalankan, bersemangat menjalani hari-hari selanjutnya. Ia menularkan gairah yang dirasakan dan penuh dengan inspirasi.
2.      MAKNA KEBAJIKAN
Menurut penelitian Dr. Lynn Alden dari University of British Columbia, kebaikan yang dilakukan kepada orang lain ternyata bermanfaat untuk menyembuhkan depresi, ketakutan dan kekhawatiran. Penelitian tersebut dilakukan terhadap responden agar melakukan beberapa kebaikan kepada orang lain sebanyak dua hari dalam seminggu selama empat minggu berturut-turut.

Terkadang mereka memberikan hadiah kecil kepada orang lain, menjemput sesama ketika dinas, mengunjungi orang sakit dan berbagi harapan dan doa, atau berterima kasih. Namun terbukti sangat besar bahwa orang yang sering melakukan kebaikan terhadap orang lain memiliki tingkat masalah dan depresi yang rendah, bahkan rasa ketakutan dan tekanan terhirup udara kebahagiaan yang lapang setelah ikhlasnya menolong sesama dalam ikatan kebersamaan.

Jika seseorang berbuat kebaikan antara sesama maka akan membuat rasa harmonis di ranah masyarakat yang menimbulkan kedamaian dan ketentraman dalam lingkungan publik. Ada sebuah kisah seseorang ulama yang selalu bertata kerama dan berkehidupan dengan tetangganya yang non-muslim, kemudian tetangganya tersebut masuk Islam, bukan karena dakwah ulama ini tetapi karena dari karakter yang penuh teladan dan kebaikan yang terpancar dari sang ulama.

3.      FAKTOR YANG MENENTUKAN TINGKAH LAKU SESEORANG
Perilaku individu dalam organisasi merupakan bentuk interaksi antara karakterikstik individu dengan karakteristik organisasi. Perilaku setiap individu dalam organisasi pasti beragam atau berbeda-beda, karena individu satu pasti berbeda dengan individu lainnya. Karakteristik yang dimiliki individu akan dibawa ketika individu tersebut memasuki lingkungan baru, yaitu organisasi, dan organisasi juga merupakan suatu lingkungan yang memiliki karakteristik tersendiri, jadi terkadang terjadi disconnect antara karakter individu dengan karakter organisasi. Faktor yang mempengaruhi hal itu adalah:
a.       Ciri-ciri biologis, mencakup:

·         Umur, umur berpengaruh terhadap bagaimana perilaku induvidu, termasuk bagaimana kemampuannya untuk bekerja, dan merespon stimulus yang diberikan individu lainnya.
·         Jenis kelamin, wanita lebih patuh terhadap aturan dan otoritas, sedangkan pria lebih agresif sehingga lebih besar mencapai kesuksesan walaupun perbedaan itu terbukti sangat kecil.
·         Status perkawinan, penelitian membuktinkan bahwa orang yang telah berumah tangga relatif lebih baik dibandingkan dengan yang masih single.
·         Jumlah atau banyaknya tanggungan, penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak tanggungan dalam keluarga berpengaruh terhadap produktivitas karyawan.
·         Masa kerja, revelensi masa kerja adalah berkaitan dengan senioritas dalam pekerjaan.

b.      Kepribadian
kepribadian sebagai cara dengan mana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Bentuk-bentuk kepribadian pada akhirnya mempengaruhi perilaku organisasi.
c.       Kemampuan
Yang dimaksud dengan kemampuan adalah kapasitas seseorang untuk melaksanakan beberapa kegiatan dalam satu pekerjaan. Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan kemampuan yang terstruktur untuk mengeksploitasi kinerja-kinerja yang menghasilkan produktifitas.
d.      Pembelajaran atau Belajar
Belajar adalah proses perubahan yang relatif konstan dalam tingkah laku yang terjadi karena adanya pengalaman atau latian. Belajar tidak hanya mengubah sikap dan pikiran tetapi yang lebih penting lagi belajar harus mengubah perilaku subjek ajar.
e.       Sikap
Sikap merupakan faktor yang harus dipahami agar dapat memahami individu lain. Dengan saling memahami sikap individu maka organisasi dapat berjalan dengan baik.
f.       Persepsi
Merupakan suatu proses memperhatiakan dan menyeleksi, mengorganisasikan, dan menafsirkan stimulus lingkungan.
g.      Kepuasan kerja
Kepuasan kerja mempengaruhi produktifitas atau kinerja karyawan, semakin puas individu tersebut dalam bekerja maka akan betah berada dalam organisasi, dan bila individu tidak puas maka akan mempengaruhi kinerjanya, seperti berhenti kerja atau selalu terlambat datang.
h.      Stress
Stress dapat mengakibatkan tidak sinkronnya mental dan fisik individu, yang bisa menyebabkan menjadi tidak produktif individu tersebut dalam organisasi.

D.    USAHA ATAU PERJUANGAN

1.      PENGERTIAN USAHA / PERJUANGAN
Perjuangan berarti segala sesuatu yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam sebuah perjuangan terdapat berbagai macam hambatan. Semakin kita sering mengalami berbagai masalah maka semakin kuat pula kita. Arti perjuangan adalah usaha dan kerja keras dalam meraih hal yang baik sebagai kunci menuju kesuksesan. Perjuangan merupakan suatu usaha untuk meraih sesuatu yang diharapkan demi kemuliaan dan kebaikan.
Pada masa penjajahan, perjuangan adalah segala sesuatu  yang dilakukan dengan pengorbanan, peperangan dan diplomasi untuk memperoleh kemerdekaan. Perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan mempunyai arti luas, sehingga apa yang dilaksanakan oleh pahlawan-pahlawan di Nusantara merupakan peristiwa-peristiwa dalam perjuangan nasional Indonesia  Perbedaan antara “perjuangan” dan “pergerakan”. Pergerakan mempunyai arti yang khas, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan dengan menggunakan organisasi yang teratur 
Dalam konteks perjuangan kemerdekaan adalah upaya untuk untuk membebaskan diri dari cengkraman kezaliman kesewenang-wenangan dan penindasan penjajahan bangsa lain. Jarahan hasil bumi, ekspoitasi manusia dalam bentuk kerja paksa (rodi), tuntutan upeti atau pajak dari rakyat yang diluar kemampuan, monopoli perdagangan. Adalah contoh mengapa leluhur bangsa ini berjuang. Berjuang dari sebuah kesadaran bahwa ada hak dalam hidup ini yang diambil paksa oleh orang lain, demi meraih kembali hak itu tidak ada pilihan kecuali berjuang.

2.      AYAT AL-QUR’AN TENTANG USAHA / PERJUANGAN
Berikut adalah beberapa ayat AL-QURAN yang dapat menguatkan kita, bahwa Allah tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya, serta Allah akan selalu ada bersama kita.
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir‘aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.” (al-Qashash [28]: 5-6)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (Ali Imran [3]: 139-140)

“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (al-Hasyr [59]: 2)

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.’” 
(al-Baqarah [2]: 214)

E.     KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN

1.      PENGERTIAN KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN
Definisi keyakinan adalah sikap yang terbangun atas pengetahuan hingga ia mampu menyimpulkan kebenaran atas suatu gagasan. Pengalaman dan pengetahuan yang banyak, akan dapat melandasi munculnya keyakinan dalam diri seseorang. Dapat di simpulkan, bahwa seseorang yang tidak memiliki keyakinan berarti orang tersebut minim atau kurang akan pengetahuan dan pengalaman. 
Definisi kepercayaan adalah sikap seseorang menggap suatu premis itu benar. Berbeda dengan keyakinan, kepercayaan lebih mendasarkan pada kondisi psikologis diri untuk dapat menganggap suatu premis benar. Dengan kepercayaan seseorang lebih dominan untuk mengambil suatu keputusan akan suatu premin, walalupun tidak disertai dengan pengalaman dan pengetahuan. 
Persamaan antara Kepercayaan dan Keyakinan 

§  Kepercayaan dan Keyakinan merupakan sikap dasar dalam pengambilan keputusan
§  Kepercayaan dan Keyakinan sama sama manghasilkan suatu asumsi kebenaran
§  Kepercayaan dan Keyakinan sama - sama timbul dari hati dan perasaan
§  Kepercayaan dan Keyakinan memunculkan sikap dominan untuk mengambil keputusan

Perbedaan antara Kepercayaan dan Keyakinan

§  Keyakinan di bangunan atas dasar pengetahuan dan pengalaman, sedangkan kepercayaan atas dasar kondisi psikologis
§  Kualitas hasil keputusan di dasarkan atas keyakinan lebih berkualitas di banding dengan hanya menggunakan kepercayaan.
§   Membutuhkan waktu yang agak lama untuk memunculkan keyakian, sedangkan untuk memunculkan kepercayaan tidak membutuhkan waktu lama (tergantung kondisi psikologis)
§  Umumnya, Keyakinan dimiliki oleh orang yang memiliki pengetahuan cukup, sedangkan kepercayaan tidak

2.      3 ALIRAN FILSAFAT
Dalam ilmu filsafat terdapat beberapa aliran, berikut beberapa diantaranya yaitu :
a.       Rasionalisme
Yang merupakan aliran filsafat yang sangat mementingkan rasio, didalam rasio terdapat ide-ide dan dengan itu orang dapat membangun sutau ilmu pengetahuan tanpa harus menghiraukan
realitas diluar rasio.
b.      Empirisme
Pada aliaran ini berpendapat bahwa pada bidang pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi yang merupakan yang paling jelas dan sempurna.
c.       Kritisisme
Yang merupakan aliran filsafat yang menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Oleh sebab itu kritisisme sangat berbeda corak dengan rasionalisme yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak.

F.     LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yangmemperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Akan tetapi yang terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapunlangkah-langkah itu sebagai berikut :

1)      Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.

2)      Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur'an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akherat.

3)      Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri. Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenaikebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

4)      Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.

5)      Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaalnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat.

6)      Mengamankan
Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cendemng untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikutilangkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.



MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


A.    PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

1.      PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Pengertian tanggung jawab secara umum adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Adapun definisi tanggung jawab secara harafiah dapat diartikan sebagai keadaan wajib menanggung segala sesuatunya jika terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan atau juga berarti hak yang berfungsi menerima pembebanan sebagai akibat sikapnya oleh pihak lain.
Jadi, tanggung jawab adalah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh setiap individu yang berdasarkan atas kewajiban maupun panggilan hati seseorang. Yaitu sikap yang menunjukkan bahwa seseorang tersebut memiliki sifat kepedulian dan kejujuran yg sangat tinggi.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah merupakan bagian dati kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian, maka  tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Ø  Menurut KBBI (Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia)
Pengertian tanggung jawab adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Ø  Menurut George Bernard Shaw
Orang yang dapat bertanggungjawab terhadap tindakannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya hanyalah orang yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak manapun atau secara bebas.
Ø  Menurut Carl Horber
Orang yang terlibat dalam organisasi-organisai seperti ini adalah mereka yang melaksanakan tanggungjawab pribadi untuk diri sendiri dan orang lain.Semboyan umum semua birokrat adalah perlindungan sebagai ganti tanggung jawab.
Ø  Menurut Sugeng Istanto
Pertanggungjawaban berarti kewajiban memberikan jawaban yang merupakan perhitungan atas semua hal yang terjadi dan kewajiban untuk memberikan pemulihan atas kerugian yang mungkin ditimbulkannya.
2.      MAKNA TANGGUNG JAWAB
Makna tanggung jawab adalah siap menerima tugas atau kewajiban. Dalam arti jika orang tersebut diberikan tugas atau kewajiban maka orang tersebut akan dihadapkan dengan sebuah pilihan yaitu dengan menerima dan menghadapinya atau malah menunda dan mengabaikan tugas maupun kewajiban tersebut.

B.     MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

1.      JENIS-JENIS TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab diantaranya :
·         Tanggung Jawab Terhadap Allah SWT
·         Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
·         Tanggung Jawab kepada Keluarga
·         Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
·         Tanggung Jawab Terhadap Bangsa dan Negara
2.      CONTOH
Berikut merupakan contoh-contoh tanggung jawab:
a.       Seorang ayah yang melaksanakan tanggung jawabnya untuk menafkahi keluarga agar keluarganya senantiasa berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan hidup setiap anggota keluarga.
b.      Siswa siswi yang secara sadar melaksanakan tanggung jawabnya untuk menaati segala tata tertib sekolah yang berlaku
c.       Kepala keluarga yang bersedia untuk membayar iuran di tingkat RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga), atau di tingkat desa
d.      Ibu-Ibu PKK yang bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk mengadakan posyandu (pos pelayanan terpadu) di lingkungannya agar kesehatan masyarakat terjaga.
e.       Para guru yang dengan penuh tanggung jawab memberikan laporan hasil belajar anak didiknya kepada para wali murid.
f.       Seorang kakak yang melaksanakan tanggung jawabnya untuk menjaga adiknya dan menjadi teladan yang baik agar si adik dapat memiliki akhlak yang baik.

C.    PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

1.      PENGERTIAN PENGABDIAN
Pengabdian adalah perbuatan bik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perrwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian bisa disebut juga sebagai rasa tanggung jawab.
Manusia merupakan makhluk ciptakan Tuhan, sebagai manusia kita wajib mengabdi kepada Tuhan.  Pengabdian tersebut berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      MACAM-MACAM PENGABDIAN
Pengabdian bermacam-macam bentuknya. Yang paling dasar adalah pengabdian kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada negara. Pengabdian kepada keluarga, bisa dilakukan dengan menjaga nama baik keluarga, dan tidak melanggar norma dan akidah yang berlaku. Menjaga nama baik bisa dilakukan dengan tidak melakukan perbuatan2 yang melanggar aturan, mensejahterakan keluarga, dan banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap mengabdi.
Pengabdian kepada Tuhan, sangat wajib dan tidak boleh dinomorduakan. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan. Dengan tekun beribadah, mengamalkan perbuatan-perbuatan baik, dan tidak melanggar laranganNya. Pengabdian kepada negara, juga merupakan kewajiban buat manusia atau individu sebagai warga negara. Misalnya seorang pegawai negeri yang bersedia ditempatkan di luar daerahnya untuk bekerja. Berikut macam-macam pengabdian, yaitu:
·         Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha
EsaYaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan. Contoh: Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.

·         Pengabdian kepada masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.

·         Pengabdian kepada raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh: Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.

·         Pengabdian kepada negara
Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. Contoh: Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.

·         Pengabdian kepada harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang- kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.

·         Pengabdian kepada keluarga
Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.

3.      CONTOH PENGABDIAN

a.       Beribadah
b.      Menjalankan perintah dan menjauhi larangan-NYA
c.       Pengabdian seorang guru yang lelah mengajarkan muridnya dengan harapan akan berguna dimasa yang akan datang.

4.      PENGERTIAN PENGORBANAN
Pengorbanan adalah suatu tindakan atas kesadaran moral yang tulus dan ikhlas atau juga bisa diartikan sebagai kerelaan seseorang akan suatu hal yang biasanya ditunjukan pada seseorang yang mempunyai tujuan atau makna dari tindakannya itu, dalam bentuk pertolongan dan tidak berharap imbalan dari suatu tindakan atau kerelaan, ikhlas semata-mata karna Tuhan. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Orang-orang yang berkorban biasanya adalah orang-orang yang melakukannya dengan ikhlas semata-mata karna Tuhan. Dan orang-orang yang berkorban berfikir bahwa pengorbanannya yang sedikit ataupun banyak akan berguna dan berarti sekali untuk orang yang menerima pengorbanannya itu, walau kadang ia harus rela mengorbankan jiwa dan raganya.

5.      MACAM-MACAM PENGORBANAN

§  Pengorbanan Tehadap Tuhan atauAgama
§  Pengorbanan Terhadap Bangsa atau Negara
§  Pengorbanan Terhadap Masyarakat
§  Pengorbanan Terhadap Keluarga
§  Pengorbanan Terhadap Diri Sendiri 

6.      AKIBAT DARI PENGORBANAN
Akibat dari pengorbanan adalah sautu hasil yang di harapkan seseorang setelah melakukan hal yang mulia. Hasil ini biasanya bersifat positif dan membuat orang merasa hutang budi kepada orang yang berkorban. Hutang budi ini biasanya sulit untuk di lupakan seseorang dan akan selalu teringat pengorbanan oarang yang berkorban.

7.      CONTOH PENGORBANAN

a.       Berkorban Aktivitas
§  Fokus kepada Tuhan – korban syukur.
§  Ketika beramah-tamah.
§  Ketika berbagi pengetahuan.

b.      Berkorban Perasaan
§  Saat mengalami gangguan social.
§  Saat dikecewakan teman.
§  Saat diabaikan orang.
§  Saat diejek/ hina/ bully kawan.

c.       Berkorban Waktu
§  Saat menunggu sesuatu atau seseorang.
§  Penipuan mengiringi waktu yang dijalani.
§  Mengambil kesempatan berbuat baik

d.      Berkorban Materi
§  Sewaktu memberi pinjaman
§  Sewaktu seseorang mengambil sesuatu tanpa izin
§  Sewaktu memberi sejumlah uang.
§  Sewaktu memberi barang dan jasa tertentu
§  Sewaktu milik anda dirusak orang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TANAH AIR

Analisis Video "Pemeriksaan Fisik Pada Bayi Baru Lahir" by. Widyo Nugroho

Manusia, Kegelisahan, dan Harapan