Manusia, Keadilan, Pandangan Hidup, dan Tanggung Jawab
MANUSIA DAN KEADILAN
A. PENGERTIAN KEADILAN
1. PENGERTIAN
Keadilan adalah
kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut
benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat
kepentingan yang besar. Intinya, keadilan adalah meletakkan segala sesuatu pada
tempatnya atau sesuai dengan porsinya, adil tidak harus merata berlaku bagi
semua orang tetapi sifatnya sangat subjektif.
Keadilan bisa juga diartikan sebagai adalah suatu
hal yang berkaitan dengan sikap dan tindakan dalam hubungan antar manusia yang
berisi sebuah tuntutan agar antar sesama mendapatkan perlakuan sesuai hak dan
kewajibannya. Dengan adanya keadilan, maka kehidupan masyarakat dalam berbangsa
dan bernegara menjadi lebih baik lagi.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia),
keadilan adalah sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil.
Keadilan berasal dari kata adil yang artinya menurut KBBI adalah sebagai
berikut :
- sama berat; tidak berat sebelah; tidak
memihak,
- berpihak kepada yang benar; berpegang pada
kebenaran
- sepatutnya; tidak sewenang-wenang
Para ahli dan pakar memiliki
pendapat yang berbeda beda dalam mendefinisikan apa itu keadilan. Untuk lebih
jelasnya, berikut ini pengertian keadilan menurut para ahli secara lengkap :
a. Aristoteles
Keadilan adalah tindakan yang memberikan sesuatu
kepada orang yang memang menjadi haknya. Ia juga berpendapat bahwa keadilan
adalah kelayakan dalam tindakan manusia, yaitu titik tengah antara kedua ujung
ekstrem, tidak berat sebelah, dan tidak memihak.
b. John Rawls
Filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu
filsuf politik terkemuka abad ke-20, John Rawls menyatakan bahwa pengertian
keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana
halnya kebenaran pada sistem pemikiran.
c. Plato
Keadilan adalah mematuhi semua hukum dan
perundangan yang berlaku. Ia juga berpendapat bahwa keadilan adalah
sesuatu hal yang berada di luar kemampuan manusia biasa yang sumber berasal
dari perubahan dalam masyarakat. Untuk mewujudkan keadilan, masyarakat harus
dikembalikan pada struktur aslinya.
2. CONTOH
a. Pembagunan
yang ada di wilayah Papua yang menjadi upaya pemerintahan memeratakan
infrastruktur. Pembangunan di Papua menjadi simbul dalam menegakan
keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia, dengan adanya sisi penambahan
pembangunan tersebutlah tidak ada perbadingan yang mencolok terjadi pada
masyarakat di Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Barat yang saat ini
sedang terjadi.
b. 4Dalam penerapan hukum, tidak ada pandang bulu bagi pelaku
kriminal. Semua orang akan senantiasa menjalankan mendapatkan
hukum setipal sesuai dengan perbuatannya. Baik anak pejabat ataupun anak rakyat
biasa.
B. KEADILAN SOSIAL
1. KEADILAN
DALAM PANCASILA
Sila ke 5
adalah Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang dilambangkan
dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar putih. Padi dan
kapas adalah kebutuhan utama semua masyarakat Indonesia tanpa melihat status
dan kedudukannya, padi melambangkan makanan pokok, sedangkan kapas melambangkan
sandang / pakaian. Ini mencerminkan persamaan sosial, dimana tidak ada
perbedaan dan kesenjangan sosial/ekonomi antara satu dengan yang lainnya.
2. 5
WUJUD PERADILAN DALAM SIKAP DAN PERBUATAN
Selanjutnya
untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut, diperinci perbuatan dan sikap yang
perlu dipupuk, yaitu :
a. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan.
b. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan
antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
c. Sikap suka memberikan pertolongan kepada orang yang
memerlukan.
d. Sikap suka bekerja keras.
e. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang
bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
3. ASAS
KEADILAN SOSIAL
Asas yang menuju
dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan ke dalam berbagai langkah
dan kegiatan, antara lain melalui 8 jalur pemerataan, yaitu :
a. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak,
khususnya pangan, sandang dan perumahan.
b. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan
kesehatan.
c. Pemerataan pembagian pendapatan.
d. Pemerataan kesempatan kerja.
e. Pemerataan kesempatan berusaha.
f. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam
pembangunan,
g. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh tanah
air.
h. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
C. BERBAGAI MACAM KEADILAN
1. MACAM-MACAM
KEADILAN
Berikut
ini jenis dan macam macam keadilan secara umum :
- Keadilan Komunikatif (Iustitia
Communicativa), yaitu suatu keadilan yang memberikan kepada
masing-masing orang terhadap apa yang menjadi bagiannya dengan berdasarkan
suatu hak seseorang pada suatu objek tertentu.
- Keadilan Distributif (Iustitia
Distributiva), yaitu suatu keadilan yang memberikan kepada
masing-masing terhadap apa yang menjadi suatu hak pada subjek hak yakni
individu.
- Keadilan Legal (Iustitia Legalis),
yaitu suatu keadilan menurut undang-undang dimana objeknya ialah
masyarakat yang dilindungi UU untuk kebaikan secara bersama atau banum commune.
- Keadilan Vindikatif (Iustitia
Vindicativa), yaitu suatu keadilan yang memberikan hukuman
ataupun denda yang sesuai dengan pelanggaran ataupun kejahatannya.
- Keadilan Kreatif (Iustitia
Creativa), yaitu suatu keadilan yang memberikan
masing-masing orang dengan berdasarkan bagiannya yang berupa suatu
kebebasan untuk dapat menciptakan kreativitas yang dimilikinya dalam
berbagai bidang kehidupan.
- Keadilan Protektif (Iustitia
Protektiva), yaitu suatu keadilan dengan memberikan suatu
penjagaan ataupun perlindungan kepada pribadi-pribadi dari suatu tindak
sewenang-wenang oleh pihak lain.
D. KEJUJURAN
1. PENGERTIAN
KEJUJURAN
Jujur adalah suatu sifat manusia yang sangat sulit
untuk diterapkan. Sifat jujur yang benar-benar jujur seringkali hanya dapat
diterapakan oleh orang yang sudah terlatih dari kecil untuk menegakkan sifat
jujur. Untuk itu pada pembahasan kali ini kami akan mengulas tentang
Kejujuran. Yang mencakup pengertian, karakteristik dan macam-macam sifat jujur
dalam Islam dengan lengkap dan mudah dipahami.
Kejujuran adalah suatu sikap
seseorang yang biasanya diungkapkan dengan ucapan ataupun perbuatan dengan
spontan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa ada rekayasa dari yagn
diucapkan dan dilakukannya.
Pengertian
Kejujuran Menurut Para Ahli :
a. Kesuma
Kesuma mendefinisikan jujur adalah suatu keputusan
seseorang untuk mengungkapkan perasaannya, kata-katanya atau perbuatannya bahwa
realitas yang ada tidak dimanipulasi dengan cara berbohong atau meniru orang
lain untuk keuntungan dirinya.
b. Mustari
Mustari mendefinisikan jujur adalah suatu perilaku
yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap dirinya
ataupun pihak lain.
c. Zuriah
Zuriah mendefinisikan jujur adalah nilai dan
prinsip kejujuran juga dapat ditanamkan pada diri siswa di jenjang pendidikan
dasar melalui kegiatan mengoreksi hasil ulangan secara silang dalam kelas.
2. HAKIKAT
KEJUJURAN
Sebenarnya makna kejujuran
bermacam-macam , diantaranya :
c. Jujur
dalam perkataan.
Setiap perkataan tidak berbicara
kecuali dengan jujur. Jujur pada level ini adalah bentuk kejujuran yang paling
jelas dan paling mudah dikenali.
d. Jujur dalam
niat dan keinginan.
Ini terkait dengan rasa ikhlas.
Apabila amalnya tercampuri oleh sebagian ambisi jiwa (terhadap dunia), maka
kejujuran niatnya batal, bisa jadi dia dusta. Contohnya di depan terlihat baik,
ramah, menyanjung, ternyata di belakang menjelek-jelekan.
e. Jujur
dalam tekad dan jujur untuk memenuhinya.
Misalnya seseorang mengatakan,
“Bila Allah memberiku harta, maka aku akan menyedekahkan seluruhnya”. Ini
adalah tekad yang bisa jadi jujur namun bisa juga tidak. Jiwa mudah berjanji,
karena ia memang tidak sulit bila hakikat-hakikat terwujud, tekad terbuka dan
hawa nafsu tidak menguasai.
f. Jujur
dalam amal perbuatan.
yaitu antara batin dan lahirnya
sama, sehingga amal-amal lahirnya sama dengan batinnya. Contoh tidak jujur
Ketika ditanya “kamu hendak kemana?” jawabannya akan ke tempat A, faktanya ke
tempat B.
g. Jujur dalam
kedudukan-kedudukan agama.
Ini adalah derajat tertinggi ,
seperti jujur dalam takut dan berharap , zuhûd dan ridha, cinta & tawakkal
kepada Allah SWT. Karena perkara ini memiliki dasar pijakan, memiliki tujuan
yang jelas juga hakikat yang jelas. Oarang jujur yagn sebenarnya adalah
orang yang meraih hakikatnya. Contohnya tidak mengambil yang bukan haknya/
mencuri, amanah, tidak berghibah, dll.
E. KECURANGAN
1. PENGERTIAN
KECURANGAN
Kecurangan
adalah suatu hal yang paling kita benci karena terjadi sesuatu yang tidak
sportif maupun tidak jujur. Kecurangan sebagian besar dapat merugikan orang
lain, perusahaan, negara, maupun dirinya sendiri.
Kesengajaan atas salah pernyataan terhadap suatu kebenaran atau keadaan
yang disembunyikan dari sebuah fakta material yang dapat mempengaruhi orang
lain untuk melakukan perbuatan atau tindakan yang merugikannya, biasanya
merupakan kesalahan namun dalam beberapa kasus (khususnya dilakukan secara
disengaja) memungkinkan merupakan suatu kejahatan.
Penyajian yang salah/keliru (salah pernyataan) yang secara ceroboh/tanpa
perhitungan dan tanpa dapat dipercaya kebenarannya berakibat dapat mempengaruhi
atau menyebabkan orang lain bertindak atau berbuat.
Suatu kerugian yang timbul sebagai akibat diketahui keterangan atau
penyajian yang salah (salah pernyataan), penyembunyian fakta material, atau
penyajian yang ceroboh/tanpa perhitungan yang mempengaruhi orang lain untuk
berbuat atau bertindak yang merugikannya.
2. PENYEBAB
ORANG MELAKUKAN KECURANGAN
Pada dasarnya,
kecurangan dapat terjadi si akibatkan oleh beberapa hal yang mendasarinya
terjadi secara bersama – sama. Ketiga hal tersebut yaitu:
§ Insentif atau tekanan atau dorongan
untuk melakukan fraud
§ Peluang untuk
melakukan kecurangan
§ Sikap ataupun rasionalisasi untuk
membenarkan tindakan fraud
Ø Kecurangan Akibat
Faktor Generik/Umum
Yang menjadi korban dari
kecurangan atau fraud berdasarkan faktor generik / umum adalah yang memiliki
keterkaitan dengan organisasi. Faktor – faktor generik ini dapat berupa:
a. Kesempatan
(Opportunity)
Pada umumnya muncul sebagai
akibat dari lemahnya pengendalian internal di dalam organisasi tersebut. Selain
itu terbukanya kesempatan ini juga bisa menggoda individu maupun kelompok yang
sebelumnya tidak memiliki motif untuk melakukan kecurangan. Biasanya manajemen
organisasi atau perusahaan memiliki potensi yang lebih besar mengalami
kecurangan dibandingkan dengan karyawan. Karena kesempatan kecurangan
tergantung pada kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Namun jangan salah
juga kesempatan elakukan kecurangan selalu ada di setiap kedudukan.
b. Pengungkapan
(Exposure)
Suatu kecurangan yang terjadi
belum tentu dapat menjamin untuk tidak akan terulang kembali kecurangan
tersebut baik itu dilakukan oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang
lainnya. Maka dari itu untuk setiap pelaku kecurangan haruslah di kenakan
sanksi apabila perbuatannya tersebut dapat terungkap. Berikan sanksi
kepada orang yang telah melakukan kecurangan. Sehingga kemungkinan masalah yang
sama terjadi kecil. Perintahkan pelaku kecurangan untuk mengungkapkan apa yang
terjadi.
Ø Kecurangan Akibat Faktor Individu
Individu sebagai pelaku kecurangan. Faktor individu
dapat berupa sebagai berikut:
a. Serakah
(Greed)
Sifat yang serakah atau tamak
sangat merugikan diri sendiri. Ini dipengaruhi oleh pandangan hidup dan
lingkungan yang menjadi pembentukan kepribadian seseorang.
b. Kebutuhan
(Need)
Kebutuhan akan pandangan atau
pikiran dan keperluan pegawai atau pejabat yang terkait dengan aset suatu
perusahaan atau lembaga tempat bekerja berhubungan dengan faktor kecurangan.
Adanya tekanan dari luar yang diberikan dapap mengubah pola pikir orang yang
awalnya jujur menjadi melakukan kecurangan
F. PERHITUNGAN (HISAB) DAN PEMBALASAN
1. MACAM-MACAM
PERHITUNGAN DAN PEMBALASAN
Dinegara
kita ada suatu lembaga khusus yang menangani kejahatan yaitu POLISI, disini
polisi akan menyelidiki, dan mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang di
lakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan yang selanjutnya
akan diserahkan kepengadilan untuk diproses menurut UUD.
Dalam
islam kita kenal yaitu Yaumul hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan
perbuatan kita semasa hidup kita didunia. disini manusia yang telah meninggal
akan di hitung semua amal baik dan buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka
iya akan masuk surga dan jika amal buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk
neraka. dan di neraka inilah segala perbuatan jahat manusia di dunia akan di
balas sesuai dengan banyaknya kejahatan mereka didunia.
G. PEMULIHAN NAMA BAIK
1. PENGERTIAN
NAMA BAIK
Nama baik
merupakan citra seseorang dimata lingkungannya, jika nama baik seseorang rusak
maka rusak pulalah citra orang tersebut di mata orang sekelilingnya. menjaga
nama baik sangatlah susah dibandingkan mendapatkanya, seseorang harus menjaga
sikapnya dan tingkah lakunya di masyarakat.
Tingkah
laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai
dengan kodrat manusia, yaitu manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk moral
yang memiliki etika dan estetika. dan ada aturan-aturan yang berdiri sendiri
yang hams dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku
moral tersebut.
2. HAKEKAT
PEMULIHAN NAMA BAIK
Tingkah laku atau perbuatan yang
baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a) Manusia
menurut sifat dasarnya adalah makhluk bermoral
b) Ada
aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya
sendiri sebagai pelaku moral.
Bila nama baik seseorang tercemar
maka orang tersebut akan melakukan apa saja untuk memulihkan nama baiknya.
Pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahnnya bahwa apa
saja yang diperbuat tidak sesuai dengan ukuran moral atau akhlak.
Akhlak berasal dari bahasa arab
bentuk jamak dari khuluq yang berarti penciptaan. Oleh karena itu, tingkah laku
dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptaannya sebagai manusia.
Ada 3 macam godaan yaitu
derajat/pangkat, harta dan wanita. Bila orang tidak dapat mengendalikan hawa
nafsunya maka ia akan terjerumus kejurang kenistaan
karena untuk mendapatkan derajat/pangkat, harta dan wanita dipergunakan jalan
yang tidak wajar.
Untuk memulihkan nama baik,
manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir
saja melainkan harus bertingkah laku sopan, ramah dan berbuat darma serta
mempunyai sikap rela dan tawakal yang harus selalu dipupuk.
H. PEMBALASAN
1. PENGERTIAN
PEMBALASAN
Pembalasan
ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Dimana ada korban yang dirugikan
atas reaksi itu, pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang
seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam
Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan akan memberikan
pembalasan bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu dengan surga. Bagi yang tidak
bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan atau siksaan dan bagi yang
mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan atau siksaan api neraka.
2. PENYEBAB
PEMBALASAN
Pembalasan
disebabkan sifat dendam. Dendam merupakan sifat yang di benci oleh tuhan, dan
merupakan sifat tercela, sifat ini belum akan merasa puas apabila diri kita
belum membalaskan kekecewaan atau kekesalan hati kita terhadap oarang yang
melakukan kejahatan kepada kita.
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A.
PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI
1.
PANDANGAN
HIDUP
Setiap
manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena
itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa
arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang
dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau
pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman
sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan atau pemikiran itu merupakan hasil
dari hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman atau sejarah seseorrang
menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukan
timbul seketika atau dalam waktu yang singkat, melaikan melalui proses waktu
yang cukup lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran ersebut diuji
kenyataan. Barulah hasil pemikiran tersebut bisa atau tidak diterima oleh akal
dan diakui kebenarannya. Atas dasar itulah manusia menerima pemikiran itu
sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan
hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat
diklisifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri ari 3 macam :
a. Pandangan
hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
b.
Pandangan hidup yang berasal dari ideologi yang
disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
c.
Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan
hidup yang relatif kebenarannya.
2.
PANDANGAN
HIDUP MUSLIM
Nilai didalam Islam sangatlah
luas, namun tidak banyak masyarakat yang mengetahui manfaat dan cara- cara
menerapkan nilai ajaran Islam. Islam memberikan konsep yang lengkap dan
sempurna tentang seluruh aspek kehidupan dengan konsep yang benar. Maka dengan
inilah nilai-nilai ajaran agama Islam sebagai pandangan hidup, beribadah dan
bermasyarakat diantaranya ialah:
a.
Aqidah/ keyakinan
Yakni keyakinan tentang Tuhan,
nama dan sifatnya; kekuasaan wewenang dan hak-hakNya; pengawasan-Nya,
pembalasan-Nya di dunia dan di akhirat; tentang Nabi dan Rasul; tentang alam
ghaib, malaikat, jin, iblis, setan, kehidupan sesudah mati; alam barzah; kebangkitan;
hisab, surga, neraka dan hal-hal ghaib lainnya. semua dijelaskan tuntas dalam
aqidah Islamiyah.
b. Akhlak/ perilaku
Yakni sikap moral manusia
terhadap Allah, dirinya, sesama manusia dan alam semesta. Aqidah Islamiyah akan
membentuk kesadaran untuk selalu berbuat yang terbaik dan menghindari yang
buruk.
c. Pendidikan
Bacalah
dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia
dengan segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar
manusia dengan perantaran kalam. [QS. Al Alaq:1-5] Islam
sebagai pedoman hidup harus dipahami dengan baik dan diwariskan pemahamannya
kepada generasi penerus agar mereka tidak sesat, proses tersebut hanya berhasil
melalui pendidikan yang Islami.
d. Sosial
Islam mengatur sedemikian jelas
sehingga tercipta suatu hubungan sosial yang harmonis, penuh kasih sayang dan
bebas dari permusuhan.
e. Politik
Hai
orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.[QS.Almaidah:59] Sebagai
khalifah Allah di bumi, kita tidak akan lepas dari masalah politik, baik
sebagai subyek maupun obyek. Dengan Islam Allah mengatur bagaimana seharusnya
politik dan berpolitik itu.
Tarbiyah siyasiah yang bermakna
pendidikan atau pembinaan politik adalah sangat urgent dipahami oleh setiap
muslim. Karena pemahaman politik yang sejatinya, tidak sama dengan pemahaman
selama ini dalam ilmu politik secara umum, yaitu berpolitik yang hanya
dimaksudkan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Akan tetapi kita
berpartisipasi dalam politik untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran ilahiah dan
memperjuangkan kepentingan masyarakat. Berkuasa untuk melayani umat, dan
memimpin untuk memperbaiki sistem yang tidak berpihak kepada nilai-nilai
kebaikan dan kebenaran.
f. Ekonomi
Untuk menunaikan tugas-tugas dan
agar bisa bertahan hidup, manusia melakukan kegiatan ekonomi. Islam mengatur
agar kegiatan ekonomi itu bukan untuk memenuhi kesenangan sesaat, namun menyiapkan kebahagiaan
sejati di dunia dan di akhirat nanti.
3.
PENGERTIAN
IDEOLOGI
Ideologi
merupakan suatu ide atau gagasan. Kata
Ideologi pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Prancis Destutt de Tracy pada
tahun 1796. Kata ideologi sendiri berasal dari bahasa Prancis idéologie,
merupakan gabungan 2 kata yaitu, idéo yang mengacu kepada gagasan dan logie
yang mengacu kepada logos, kata dalam bahasa Yunani untuk menjelaskan logika
dan rasio. Destutt de Tracy menggunakan kata ini dalam pengertian etimologinya,
sebagai “ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan hakikat ide atau
gagasan.
Secara umum, pengertian Ideologi
adalah kumpulan ide, cita-cita, pandangan atau gagasan bersifat sistematis
berupa konsep yang bisa dijadikan asas, pendapat, tujuan, dan penunjuk arah
kelangsungan hidup, termasuk dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.
Ideologi
dapat dianggap sebagai visi yang luas, sebagai cara memandang segala sesuatu.
Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide)
yang diterapkan pada masalah publik sehingga pembuat konsep ini menjadi
intisari politik. Tujuan
utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses
pemikiran normatif.
Pengertian
ideologi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) terbagi menjadi 3, berikut
penjelasannya :
·
Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang
dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk
kelangsungan hidup.
·
Ideologi adalah cara berpikir seseorang atau suatu
golongan.
·
Ideologi adalah paham, teori, dan tujuan yang
merupakan satu program sosial politik.
Pengertian ideologi menurut para ahli:
a.
Alfian
Pengertian ideologi adalah suatu
pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara
yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah
laku bersama dalam berbagai segi kehidupan.
b.
C.C. Rodee
Pengertian ideologi adalah sekumpulan
yang secara logis berkaitan dan mengindentifikasikan nilai-nilai yang memberi
keabsahan bagi institusi dan pelakunya.
c.
Drs. Moerdiono
Ideologi berarti a system of ideas, akan
mensistematisasikan seluruh pemikiran mengenai kehidupan ini dan melengkapinya
dengan sarana serta kebijakan dan strategi dengan tujuan menyesuaikan keadaan
nyata dengan nilai-nilai yang terkandung dalam filsafat yang menjadi induknya.
d.
Gunawan Setiardjo
Ideologi adalah kumpulan ide atau
gagasan atau aqidah ‘aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang
melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.
4.
HAK
IDEOLOGI
Pengertian
ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan
yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman
normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila
dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi. Sementara hak ideologi dibagi
menjadi 2, yaitu :
a.
Hak memperoeh kebebasan
b.
Hak memperoleh perlindungan sebagai warga negara
B.
CITA-CITA
Cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan
yang ada di dalam hati. Cita-cita merupakan bagian atau salah satu dari unsur
dari pandangan hidup manusia yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia
melalui usaha. Sesuatu dapat di sebut dengan cita-cita apabila telah terjadi
usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
Sebagian
orang mengatakan bahwa cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang
lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Namun bagi orang yang menganggapnya
sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar
semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam
kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri.
Namun
bagi yang menganggap cita-cita itu sebagai mimpi, maka ia adalah sebuah impian
belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia
tanpa cita-cita ibaratkan air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran
rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya.
C.
KEBAJIKAN
1.
PENGERTIAN
KEBAJIKAN
Kebajikan
adalah pola pemikiran dan tingkah laku yang berdasarkan standar moral yang
tinggi. Kebajikan adalah Sumber dari Semua Bentuk
Kebahagiaan. Kebajikan atau virtue adalah
kualitas moral yang baik. Kebenaran dan tanggung jawab. Dari
definisi tersebut, penekanannya ada kepada karakter baik dari manusia itu
sendiri. Kebajikan sebagai karakteristik dapat dikelompokkan sebagai beberapa
Karakter yang Baik berikut ini,
a. Kearifan dan Pengetahuan
Kelompok
pertama kebajikan (Seligman, 2005) adalah kearifan. Dan kata turunannya yang
penting, yaitu pengetahuan, dari dasar yang paling mendasar (keingintahuan)
sampai dengan yang paling matang (perspektif).
·
Keingintahuan/
ketertarikan terhadap dunia
Keingintahuan akan dunia mencakup
keterbukaan terhadap pengalaman dan fleksibilitas segala sesuatu yang tidak
sesuai dengan konsepsi awal. Orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu yang
tinggi tidak sekedar toleran terhadap ambiguitas, mereka menyukainya untuk
membedahnya. Keingintahuan dapat bersifat spesifik atau global, penedakatan
yang mencermati segala hal. Rasa ingin tahu secara aktif mengikutsertakan hal
baru dan penyerapan informasi yang pasif tidak menampilkan kekuatan ini.
·
Kecintaan untuk belajar
Kecintaan untuk belajar
ditunjukkan dengan kesukaan seseorang untuk mempelajari hal-hal baru dimanapun
ia berada. Kecintaan belajar juga ditandai dengan kesukaan seseorang untuk
mempelajari bidang tertenu walaupun tidak ada insentif eksternal apapun untuk
melakukannya. Kecintaan untuk belajar akan mencerminkan kekuatan khas apabila
suatu pengetahuan dipelajari demi pengetahuan itu sendiri.
·
Pertimbangan/ Pemikiran
kritis/ Keterbukaan pikiran
Memikirkan sesuatu secara seksama
dan mengamatinya dari semua sisi merupakan aspek penting dari dalam diri.
Pertimbangan adalah menjalankan penyaringan informasi dengan objektif dan
rasional, demi kebaikan diri sendiri dan orang lain. Pertimbangan menampakkan
orientasi pada kenyataan. Kebaikan dari kekuatan ini adalah berpikir dengan carayang
mendukung dan meneguhkan apa yang sudah menjadi keyakinan. Kekuatan ini
merupakan bagian yang penting dari watak yang sehat, supaya tidak mengacaukan
antara keinginan dan kebutuhan dengan kenyataan.
·
Kecerdikan/
Orisinalitas/ Intelegensia Praktis/ Kecerdasan Sehari- hari
Kekuatan kecerdikan/ orisinalitas
ditunjukkan seseorang melalui kepandaian menemukan perilaku yang baru tetapi
tepat untuk meraih suatu tujuan yang diinginkan dan jarang merasa puas dalam
mengerjakan sesuatu melalui cara konvensional. Kategori ini juga meliputi
kreativitas seperti yang dimaksudkan oleh orang pada umumnya, tetapi tidak
dibatasi oleh aktivitas kesenian murni.Kekuatan ini juga disebut intelegensia
praktis, pikiran sehat (common sense) atau kecerdasan sehari-hari.
·
Kecerdasan Sosial/
Kecerdasan Pribadi/ Kecerdasan Emosional
Kecerdasan sosial dan pribadi
merupakan pengetahuan mengenai diri sendiri dan orang lain. Peduli akan motif
dan perasaan orang lain, dan dapat menanggapinya dengan baik. kecerdasan social
adalah kemampuan melihat perbedaan diantara orang-orang lain, terutama
berkaitan dengan suasan hati, tempramen, motivasi dan niat, kemudian bersikap
berdasarkan perbedaan ini. Kecerdasan personal berupa pemahaman sepenuhnya akan
perasaan sendiri dan kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut untuk mengerti
dan memandu perilaku. Aspek lain dari kekuatan ini adalah kemampuan untuk
menemukan tempat yang tepat bagi diri sendiri, menempatkan diri pada kondisi
yang memaksimalkan keahlian dan minat.
·
Perspektif
Perspektif merupakan kekuatan
paling matang pada kategori ini dan paling mendekati kearifan itu sendiri. Hal
ini ditunjukkan dengan adanya cara pandang seseorang terhadap dunia yang terasa
masuk akal bagi dirinya sendiri dan orang lain dan diri sendiri. orang yang
arif merupakan pakar dalam hal-hal yang penting dalam hidup, sehingga orang
lain akan menimba pengalaman darinya untuk membantu menyelesaikan persoalan
mereka dan mendapatkan perspektif mereka sendiri.
b. Keberanian
Kekuatan-kekuatan
yang menyusun keberanian menunjukkan tekad yang dijalankan dengan waspada,
untuk menuju hasil akhir yang waspada, untuk menuju hasil akhir yang bernilai
tetapi belum pasti.Kebajikan ini (Seligman, 2005) dipuji secara universal dan
setiap budaya mempunyai pahlawan yang memberikan teladan kebajikan ini.
Kepahlawanan, ketekunan, dan integritas sebagai tiga rute yang umum diterima di
pelbagai tempat untuk menuju kebalikan ini.
·
Kepahlawanan dan
Ketegaran
Seorang yang tegar mampu
memisahkan komponen emosi dan perilaku dari rasa takut, menahan diri untuk
tidak memunculkan respon melarikan diri. Sikap tak kenal takut, kenekatan, dan
ketergesaan, bukanlah kepahlawanan. Menghadapi bahaya mesipun takut, itulah kepahlawanan.
Makna kepahlawanan disepanjang sejarah telah diperluas melebihi sekadar
keberanian di medan perang, atau keberanian fisik. Sekarang istilah ini
mencakup keberanian moral dan keberanian psikoogis. Keberanian moral adalah
mengambil sikap yang diketahui tidak populer dan bisa jadi merugikan.
·
Sifat Rajin/ Ulet/ Tekun
Orang yang rajin akan mengerjakan
tugas yang ulit dan menyelesaikannya, “menuntaskannya” dengan riang dan tidak
banyak mengeluh. Keuletan bukan berari membabi buta mengejar tujuan yang tidak
dapat dicapai. Seorang yang benar-benar rajin bersifat fleksibel, realistis dan
tidak bersifat perfeksionis.
·
Integritas/ Ketulusan/
Kejujuran
Kejujuran merupakan hidup yang
dialami tanpa kepura-puraan dan selalu menjadi orang yang “nyata”, bukan sekedar
dengan berbicara benar, tetapi juga menjalani hidup yang autentik. Ketulusan
dan integritas adalah kemampuan menampilkan diri sendiri kepada orang lain dan
kepada diri sendiri dengan cara-cara yang tulus, melalui perkataan atau
perbuatan.
c. Cinta dan Kemanusiaan
Kekuatan
ini diperlihatkan dalam interaksi social positif dengan orang lain.
·
Kebaikan dan Kemurahan
Hati
Bersikap baik dan bermurah hati
kepada orang lain dan tidak pernah terlalu sibuk untuk menolong. Senang berbuat
baik untuk orang lain, bahkan meskipun tidak begitu mengenal mereka. Kebaikan
hati mencakup beragam cara bergaul dengan orang lain, dengan mengutamakan
kepentingannya. Sikap ini boleh menuntut untuk mengesampingkan kebutuhan dan
keinginan sendiri saat itu (Seligman, 2005).
·
Mencintai dan Bersedia
di cintai
Menghargai kedekatan dan
keakraban dengan orang lain dengan menunjukkan kecintaan kepada orang lain
sepanjang hidup. Jika orang lain juga merasakan penghargaan akan kedekatan dan
keakraban tersebut maka seseorang telah terbukti memiliki kekuatan ini
(Seligman, 2005).
d. Keadilan
Kekuatan
ini muncul pada aktivitas bermasyarakat. Inj meliputi (Seligman, 2005) hubungan
satu persatu antara diri sendiri dengan orang lain sampai cara berhubungan
dengan kelompok yang lebih besar seperti keluarga, komunitas, bangsa dan dunia.
·
Bermasyarakat/ Tugas/
Kerja Tim/ Loyalitas
Kekuatan ini ditunjukkan dengan
kesediaan untuk berbagi, berdedikasi, bekerja keras, dan menunjukkan sikap
hormat terhadap kelompok.
·
Keadilan dan Persamaan
Keadilan dan persamaan diterapkan
dengan cara memberikan kesempatan kepada setiap orang, memperhatikan
kesejahteraan orang lain. Meskipun tidak mengenalnya secara pribadi,
kesejahteraan tersebut sama pentingnya dengan kesejahteraan sendiri.
·
Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang handal
dalam mengorganisasi kegiatan dan mampu mengawasi jalannya kegiatan tersebut.
Pemimpin yang simpatik haruslah seorang pemimpin yang efektif, berusaha agar
tudas kelompok dapat terselesaikan, mampu menjaga hubungan yang baik dengan
kelompoknya.
e. Kesederhanaan
Sebagai
kebajikan inti, kesederhanaan merujuk pada pengekspresian yang pantas dan
moderat dari hasrat dan keinginan. Orang yang sederhana tidak menekan
keinginan, tetapi menunggu kesempatan untuk memenuhinya sehingga tidak
merugikan diri sendiri atau orang lain (Seligman, 2005).
·
Pengendalian Diri
Dapat menahan nafsu, keinginan,
dan dorongan pada saat yang tepat. Tidak cukup dengan hanya mengetahui apa yang
benar, tapi juga harus mewujudkan pengetahuan menjadi aksi.
·
Hati-hati/ Penuh
pertimbangan
Seorang yang berhati-hati tidak
akan melakukan atau mengatakan sesuatu yang kemudian di sesali. Hati-hati
berarti menunggu sampai menyimak semua suara sebelum memulai serangkaian
tindakan. Pribadi yang hati-hati berwawasan jauh dan penuh pertimbangan. Ia
pandai menahan dorongan hati yang bertujuan jangka pendek demi kesuksesan
jangka panjang.
·
Kerendahan hati dan
Kebersahajaan
Tidak mencari sorotan, lebih suka
prestasi yang berbicara, tidak menganggap diri sendiri istimewa, dan orang lain
mengakui dan menghargai kebersahajaannya. Tidak pretensius. Orang-orang yang
bersahaja memandang pendapat pribadi, kemenangan, kekalahan mereka sebagai hal
yang kurang penting.
f. Spiritualitas dan Transendensi
Transendensi
adalah kekuatan emosi yang menjangkau keluar diri untuk menghubungkan diri ke
suatu yang lebih besar dan lebih permanen kepada orang lain, masa depan,
evolusi, ketuhanan, atau alam semesta (Seligman, 2005).
·
Apresiasi terhadap
Keindahan dan Keunggulan
Bila kekuatan ini muncul secara
intens, ia akan disertai kekaguman dan keingintahuan. Tindakan moral yang
terpuji atau kebajikan, akan membangkitkan jenis emosi elevasi (emotion of
elevation).
·
Bersyukur
Bersyukur adalah sebuah
penghargaan terhadap kehebatan karakter moral orang lain. Sebagai sebuah emosi,
kekuatan ini berupa ketakjuban, rasa terima kasih dan apresiasi terhadap
kehidupan itu sendiri.
·
Harapan/ Optimisme/
Berpikiran ke Depan
Harapan, optimisme, berpikiran ke
depan, adalah kelompok kekuatan yang mewakili pendirian positif dalam
menghadapi masa depan. Berharap bahwa peristiwa yang baik akan terjadi,
merasakan bahwa hal ini akan terwujud apabia berupaya keras, dan merencanakan
kegembiraan di masa akan dating sejak sekarang, dan menggembleng hidup menuju
tujuan.
·
Spiritualitas/ Tujuan
Hidup/ Keyakinan/ Keagamaan
Kepercayaan membentuk tindakan
dan merupakan sumber kedamaian.Kekuatan ini di tunjukkan dengan keyakinan yang
kuat dan koheren tentang tujuan dan makna yang lebih tinggi dari alam semesta.
·
Sikap Pemaaf dan Belas
Kasih
Memaafkan orang yang telah
berbuat salah. Prinsip yang menjadi pedoman adalah belas kasih, bukan
pembalasan. Pemberian maaf menimbulkan sejumlah perubahan bermanfaat pada
seseorang yang telah diganggu atau disakiti oleh orang lain. Ketika orang
memaafkan, motivasi dasar atau tendensi tindakannya terhadap pelaku menjadi lebih
positif dan kurang negatif.
·
Sikap Main-main dan Rasa
Humor
Orang yang suka tertawa dan
membuat orang lain tersenyum, dapat dengan mudah melihat sisi positif
kehidupan.
·
Semangat/ Gairah/
Antusiasme
Orang yang bersemangat adalah
orang menceburkan diri, jiwa dan raga kedalam aktivitas yang di jalankan,
bersemangat menjalani hari-hari selanjutnya. Ia menularkan gairah yang
dirasakan dan penuh dengan inspirasi.
2.
MAKNA
KEBAJIKAN
Menurut penelitian
Dr. Lynn Alden dari University of British Columbia, kebaikan yang dilakukan
kepada orang lain ternyata bermanfaat untuk menyembuhkan depresi, ketakutan dan
kekhawatiran. Penelitian tersebut dilakukan terhadap responden agar melakukan
beberapa kebaikan kepada orang lain sebanyak dua hari dalam seminggu selama
empat minggu berturut-turut.
Terkadang mereka
memberikan hadiah kecil kepada orang lain, menjemput sesama ketika dinas,
mengunjungi orang sakit dan berbagi harapan dan doa, atau berterima kasih.
Namun terbukti sangat besar bahwa orang yang sering melakukan kebaikan terhadap
orang lain memiliki tingkat masalah dan depresi yang rendah, bahkan rasa
ketakutan dan tekanan terhirup udara kebahagiaan yang lapang setelah ikhlasnya
menolong sesama dalam ikatan kebersamaan.
Jika seseorang
berbuat kebaikan antara sesama maka akan membuat rasa harmonis di ranah
masyarakat yang menimbulkan kedamaian dan ketentraman dalam lingkungan publik.
Ada sebuah kisah seseorang ulama yang selalu bertata kerama dan berkehidupan
dengan tetangganya yang non-muslim, kemudian tetangganya tersebut masuk Islam,
bukan karena dakwah ulama ini tetapi karena dari karakter yang penuh teladan
dan kebaikan yang terpancar dari sang ulama.
3.
FAKTOR
YANG MENENTUKAN TINGKAH LAKU SESEORANG
Perilaku
individu dalam organisasi merupakan bentuk interaksi antara karakterikstik
individu dengan karakteristik organisasi. Perilaku setiap individu dalam
organisasi pasti beragam atau berbeda-beda, karena individu satu pasti berbeda
dengan individu lainnya. Karakteristik yang dimiliki individu akan dibawa
ketika individu tersebut memasuki lingkungan baru, yaitu organisasi, dan
organisasi juga merupakan suatu lingkungan yang memiliki karakteristik
tersendiri, jadi terkadang terjadi disconnect antara karakter individu dengan
karakter organisasi. Faktor yang mempengaruhi hal itu adalah:
a.
Ciri-ciri biologis, mencakup:
·
Umur, umur berpengaruh terhadap bagaimana perilaku
induvidu, termasuk bagaimana kemampuannya untuk bekerja, dan merespon stimulus
yang diberikan individu lainnya.
·
Jenis kelamin, wanita lebih patuh terhadap aturan
dan otoritas, sedangkan pria lebih agresif sehingga lebih besar mencapai
kesuksesan walaupun perbedaan itu terbukti sangat kecil.
·
Status perkawinan, penelitian membuktinkan bahwa
orang yang telah berumah tangga relatif lebih baik dibandingkan dengan yang
masih single.
·
Jumlah atau banyaknya tanggungan, penelitian
menunjukkan bahwa lebih banyak tanggungan dalam keluarga berpengaruh terhadap
produktivitas karyawan.
·
Masa kerja, revelensi masa kerja adalah berkaitan
dengan senioritas dalam pekerjaan.
b.
Kepribadian
kepribadian
sebagai cara dengan mana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain.
Bentuk-bentuk kepribadian pada akhirnya mempengaruhi perilaku organisasi.
c.
Kemampuan
Yang dimaksud
dengan kemampuan adalah kapasitas seseorang untuk melaksanakan beberapa
kegiatan dalam satu pekerjaan. Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan
kemampuan yang terstruktur untuk mengeksploitasi kinerja-kinerja yang
menghasilkan produktifitas.
d.
Pembelajaran atau Belajar
Belajar
adalah proses perubahan yang relatif konstan dalam tingkah laku yang terjadi
karena adanya pengalaman atau latian. Belajar tidak hanya mengubah sikap dan
pikiran tetapi yang lebih penting lagi belajar harus mengubah perilaku subjek
ajar.
e.
Sikap
Sikap
merupakan faktor yang harus dipahami agar dapat memahami individu lain. Dengan
saling memahami sikap individu maka organisasi dapat berjalan dengan baik.
f.
Persepsi
Merupakan
suatu proses memperhatiakan dan menyeleksi, mengorganisasikan, dan menafsirkan
stimulus lingkungan.
g.
Kepuasan kerja
Kepuasan
kerja mempengaruhi produktifitas atau kinerja karyawan, semakin puas individu
tersebut dalam bekerja maka akan betah berada dalam organisasi, dan bila
individu tidak puas maka akan mempengaruhi kinerjanya, seperti berhenti kerja
atau selalu terlambat datang.
h.
Stress
Stress
dapat mengakibatkan tidak sinkronnya mental dan fisik individu, yang bisa
menyebabkan menjadi tidak produktif individu tersebut dalam organisasi.
D.
USAHA ATAU PERJUANGAN
1.
PENGERTIAN
USAHA / PERJUANGAN
Perjuangan
berarti segala sesuatu yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam sebuah
perjuangan terdapat berbagai macam hambatan. Semakin kita sering mengalami
berbagai masalah maka semakin kuat pula kita. Arti perjuangan
adalah usaha dan kerja keras dalam meraih hal yang baik sebagai kunci menuju
kesuksesan. Perjuangan merupakan suatu usaha
untuk meraih sesuatu yang diharapkan demi kemuliaan dan kebaikan.
Pada masa
penjajahan, perjuangan adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan
pengorbanan, peperangan dan diplomasi untuk memperoleh kemerdekaan. Perjuangan
untuk mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan mempunyai arti luas, sehingga apa
yang dilaksanakan oleh pahlawan-pahlawan di Nusantara merupakan peristiwa-peristiwa
dalam perjuangan nasional Indonesia Perbedaan antara “perjuangan” dan “pergerakan”. Pergerakan mempunyai arti yang khas, yaitu perjuangan
untuk mencapai kemerdekaan dengan menggunakan organisasi yang teratur
Dalam konteks perjuangan kemerdekaan adalah upaya
untuk untuk membebaskan diri dari cengkraman kezaliman kesewenang-wenangan dan
penindasan penjajahan bangsa lain. Jarahan hasil bumi, ekspoitasi manusia dalam
bentuk kerja paksa (rodi), tuntutan upeti atau pajak dari rakyat yang diluar
kemampuan, monopoli perdagangan. Adalah contoh mengapa leluhur bangsa ini
berjuang. Berjuang dari sebuah kesadaran bahwa ada hak dalam hidup ini yang
diambil paksa oleh orang lain, demi meraih kembali hak itu tidak ada pilihan
kecuali berjuang.
2.
AYAT
AL-QUR’AN TENTANG USAHA / PERJUANGAN
Berikut adalah beberapa ayat AL-QURAN yang dapat menguatkan kita, bahwa
Allah tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya, serta Allah akan
selalu ada bersama kita.
“Dan Kami hendak memberi
karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak
menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi
(bumi). Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami
perlihatkan kepada Fir‘aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka
khawatirkan dari mereka itu.” (al-Qashash [28]: 5-6)
“Janganlah kamu bersikap
lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang
yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu
(pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada
perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu
Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya
Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya
sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai
orang-orang yang zhalim.” (Ali Imran [3]: 139-140)
“Dia-lah yang mengeluarkan
orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat
pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan
merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari
(siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang
tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka;
mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan
orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai
orang-orang yang mempunyai wawasan.” (al-Hasyr [59]: 2)
“Apakah kamu mengira
bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana
halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan
kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga
berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya
pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.’”
(al-Baqarah [2]: 214)
E.
KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN
1.
PENGERTIAN
KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN
Definisi keyakinan adalah sikap yang terbangun atas
pengetahuan hingga ia mampu menyimpulkan kebenaran atas suatu gagasan.
Pengalaman dan pengetahuan yang banyak, akan dapat melandasi munculnya
keyakinan dalam diri seseorang. Dapat di simpulkan, bahwa seseorang yang tidak
memiliki keyakinan berarti orang tersebut minim atau kurang akan pengetahuan
dan pengalaman.
Definisi kepercayaan adalah sikap seseorang menggap suatu
premis itu benar. Berbeda dengan keyakinan, kepercayaan lebih mendasarkan pada
kondisi psikologis diri untuk dapat menganggap suatu premis benar. Dengan
kepercayaan seseorang lebih dominan untuk mengambil suatu keputusan akan suatu
premin, walalupun tidak disertai dengan pengalaman dan pengetahuan.
Persamaan
antara Kepercayaan dan Keyakinan
§ Kepercayaan
dan Keyakinan merupakan sikap dasar dalam pengambilan keputusan
§ Kepercayaan
dan Keyakinan sama sama manghasilkan suatu asumsi kebenaran
§ Kepercayaan
dan Keyakinan sama - sama timbul dari hati dan perasaan
§ Kepercayaan
dan Keyakinan memunculkan sikap dominan untuk mengambil keputusan
Perbedaan
antara Kepercayaan dan Keyakinan
§ Keyakinan
di bangunan atas dasar pengetahuan dan pengalaman, sedangkan kepercayaan atas
dasar kondisi psikologis
§ Kualitas
hasil keputusan di dasarkan atas keyakinan lebih berkualitas di banding dengan
hanya menggunakan kepercayaan.
§ Membutuhkan
waktu yang agak lama untuk memunculkan keyakian, sedangkan untuk memunculkan
kepercayaan tidak membutuhkan waktu lama (tergantung kondisi psikologis)
§ Umumnya,
Keyakinan dimiliki oleh orang yang memiliki pengetahuan cukup, sedangkan
kepercayaan tidak
2.
3
ALIRAN FILSAFAT
Dalam
ilmu filsafat terdapat beberapa aliran, berikut beberapa diantaranya yaitu :
a. Rasionalisme
Yang
merupakan aliran filsafat yang sangat
mementingkan rasio, didalam rasio terdapat ide-ide dan dengan itu orang dapat membangun sutau ilmu
pengetahuan tanpa harus menghiraukan
realitas
diluar rasio.
b. Empirisme
Pada
aliaran ini berpendapat bahwa pada bidang
pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi yang merupakan yang paling jelas dan
sempurna.
c. Kritisisme
Yang
merupakan aliran filsafat yang menyelidiki
batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Oleh sebab itu kritisisme
sangat berbeda corak dengan rasionalisme
yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak.
F.
LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Manusia
pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang
bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan
hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yangmemperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan
sebagainya.
Akan tetapi
yang terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita
dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana
mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapunlangkah-langkah itu sebagai
berikut :
1)
Mengenal
Mengenal
merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap
pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang
dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan
sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada
sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
2)
Mengerti
Tahap kedua
untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam
bemegara kita berpandangan pada Pancasila,
maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu
juga bagai yang berpandangan hidup pada
agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur'an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik
di dunia maupun di akherat.
3)
Menghayati
Langkah
selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran
yang tepat dan benar mengenai kebenaran
pandangan hdiup itu sendiri. Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang
terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan
mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
Langkah-langkah
yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang
yang dianggap lebih tahu dan lebih
berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan
memperoleh mengenaikebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
4)
Meyakini
Setelah
mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun
ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat,
maka hendaknya kita meyakini pandangan
hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian
sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
5)
Mengabdi
Pengabdian
merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang
telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang
lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan
manfaalnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi
ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa
terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah
meninggal yaitu di alam akherat.
6)
Mengamankan
Mungkin sudah merupakan sifat
manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau
mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan
cendemng untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah
mengikutilangkah-langkah sebelumnya dan
langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga
akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau
lainnya.
MANUSIA
DAN TANGGUNG JAWAB
A.
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
1.
PENGERTIAN
TANGGUNG JAWAB
Pengertian tanggung
jawab secara umum adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan
baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti
berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Adapun definisi
tanggung jawab secara harafiah dapat diartikan sebagai keadaan wajib menanggung
segala sesuatunya jika terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan,
diperkarakan atau juga berarti hak yang berfungsi menerima pembebanan sebagai
akibat sikapnya oleh pihak lain.
Jadi, tanggung
jawab adalah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh setiap individu yang
berdasarkan atas kewajiban maupun panggilan hati seseorang. Yaitu sikap yang
menunjukkan bahwa seseorang tersebut memiliki sifat kepedulian dan kejujuran yg
sangat tinggi.
Tanggung jawab itu
bersifat kodrati, artinya sudah merupakan bagian dati kehidupan manusia, bahwa
setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung
jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian,
maka tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak
yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Ø Menurut KBBI (Kamus
Umum Bahasa Besar Indonesia)
Pengertian tanggung
jawab adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga
berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau
memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Ø Menurut George
Bernard Shaw
Orang yang dapat
bertanggungjawab terhadap tindakannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya
hanyalah orang yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak
manapun atau secara bebas.
Ø Menurut Carl Horber
Orang yang terlibat
dalam organisasi-organisai seperti ini adalah mereka yang melaksanakan
tanggungjawab pribadi untuk diri sendiri dan orang lain.Semboyan umum semua
birokrat adalah perlindungan sebagai ganti tanggung jawab.
Ø Menurut Sugeng
Istanto
Pertanggungjawaban
berarti kewajiban memberikan jawaban yang merupakan perhitungan atas semua hal
yang terjadi dan kewajiban untuk memberikan pemulihan atas kerugian yang
mungkin ditimbulkannya.
2.
MAKNA
TANGGUNG JAWAB
Makna tanggung jawab adalah siap menerima tugas atau
kewajiban. Dalam arti jika orang tersebut diberikan tugas atau kewajiban maka
orang tersebut akan dihadapkan dengan sebuah pilihan yaitu dengan menerima dan
menghadapinya atau malah menunda dan mengabaikan tugas maupun kewajiban
tersebut.
B.
MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
1.
JENIS-JENIS
TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab dapat dibedakan menurut keadaan
manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa
jenis tanggung jawab diantaranya :
·
Tanggung Jawab Terhadap Allah SWT
·
Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
·
Tanggung Jawab kepada Keluarga
·
Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
·
Tanggung Jawab Terhadap Bangsa dan Negara
2.
CONTOH
Berikut merupakan contoh-contoh tanggung jawab:
a.
Seorang ayah yang melaksanakan tanggung jawabnya
untuk menafkahi keluarga agar keluarganya senantiasa berkecukupan dalam
memenuhi kebutuhan hidup setiap anggota keluarga.
b.
Siswa siswi yang secara sadar melaksanakan tanggung
jawabnya untuk menaati segala tata tertib sekolah yang berlaku
c.
Kepala keluarga yang bersedia untuk membayar iuran
di tingkat RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga), atau di tingkat desa
d.
Ibu-Ibu PKK yang bekerja sama dengan dinas
kesehatan untuk mengadakan posyandu (pos pelayanan terpadu) di lingkungannya
agar kesehatan masyarakat terjaga.
e.
Para guru yang dengan penuh tanggung jawab
memberikan laporan hasil belajar anak didiknya kepada para wali murid.
f.
Seorang kakak yang melaksanakan tanggung jawabnya
untuk menjaga adiknya dan menjadi teladan yang baik agar si adik dapat memiliki
akhlak yang baik.
C.
PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
1.
PENGERTIAN
PENGABDIAN
Pengabdian adalah perbuatan bik
yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perrwujudan kesetiaan,
cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan
ikhlas. Pengabdian bisa disebut juga sebagai rasa tanggung jawab.
Manusia merupakan makhluk
ciptakan Tuhan, sebagai manusia kita wajib mengabdi kepada
Tuhan. Pengabdian tersebut berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada
Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
2.
MACAM-MACAM
PENGABDIAN
Pengabdian bermacam-macam
bentuknya. Yang paling dasar adalah pengabdian kepada keluarga, kepada Tuhan,
dan kepada negara. Pengabdian kepada keluarga, bisa dilakukan dengan menjaga
nama baik keluarga, dan tidak melanggar norma dan akidah yang berlaku. Menjaga
nama baik bisa dilakukan dengan tidak melakukan perbuatan2 yang melanggar
aturan, mensejahterakan keluarga, dan banyak cara yang bisa dilakukan untuk
menunjukkan sikap mengabdi.
Pengabdian kepada Tuhan, sangat
wajib dan tidak boleh dinomorduakan. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan.
Dengan tekun beribadah, mengamalkan perbuatan-perbuatan baik, dan tidak
melanggar laranganNya. Pengabdian kepada negara, juga merupakan kewajiban buat
manusia atau individu sebagai warga negara. Misalnya seorang pegawai negeri
yang bersedia ditempatkan di luar daerahnya untuk bekerja. Berikut macam-macam
pengabdian, yaitu:
·
Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha
EsaYaitu
penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung
jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan. Contoh: Umat Islam melaksanakan
shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan
sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha
Esa.
·
Pengabdian kepada masyarakat
Ini
timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai
perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan.
Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan
pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun,
ia lakukan demi kemajuan desanya.
·
Pengabdian kepada raja
Yaitu
suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang
melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh: Seorang gadis dengan
suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
·
Pengabdian kepada negara
Timbul
karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian
(kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. Contoh: Dalam usaha
merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang
mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
·
Pengabdian kepada harta
Ini
terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga
tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang- kadang ia tanpa
menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang
akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
·
Pengabdian kepada keluarga
Ini
timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya
kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
3.
CONTOH
PENGABDIAN
a.
Beribadah
b.
Menjalankan
perintah dan menjauhi larangan-NYA
c.
Pengabdian
seorang guru yang lelah mengajarkan muridnya dengan harapan akan berguna dimasa
yang akan datang.
4.
PENGERTIAN
PENGORBANAN
Pengorbanan adalah suatu tindakan
atas kesadaran moral yang tulus dan ikhlas atau juga bisa diartikan sebagai
kerelaan seseorang akan suatu hal yang biasanya ditunjukan pada seseorang yang
mempunyai tujuan atau makna dari tindakannya itu, dalam bentuk pertolongan dan
tidak berharap imbalan dari suatu tindakan atau kerelaan, ikhlas semata-mata
karna Tuhan. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada
perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Orang-orang yang berkorban
biasanya adalah orang-orang yang melakukannya dengan ikhlas semata-mata karna
Tuhan. Dan orang-orang yang berkorban berfikir bahwa
pengorbanannya yang sedikit ataupun banyak akan berguna dan berarti sekali
untuk orang yang menerima pengorbanannya itu, walau kadang ia harus rela
mengorbankan jiwa dan raganya.
5.
MACAM-MACAM
PENGORBANAN
§
Pengorbanan Tehadap Tuhan atauAgama
§
Pengorbanan Terhadap Bangsa atau
Negara
§
Pengorbanan Terhadap Masyarakat
§
Pengorbanan Terhadap Keluarga
§
Pengorbanan Terhadap Diri
Sendiri
6.
AKIBAT
DARI PENGORBANAN
Akibat dari pengorbanan adalah sautu hasil yang di harapkan seseorang setelah
melakukan hal yang mulia. Hasil ini biasanya bersifat positif dan membuat orang
merasa hutang budi kepada orang yang berkorban. Hutang budi ini biasanya sulit
untuk di lupakan seseorang dan akan selalu teringat pengorbanan oarang yang
berkorban.
7.
CONTOH
PENGORBANAN
a.
Berkorban
Aktivitas
§
Fokus kepada Tuhan – korban syukur.
§
Ketika beramah-tamah.
§
Ketika berbagi pengetahuan.
b.
Berkorban
Perasaan
§
Saat mengalami gangguan social.
§
Saat dikecewakan teman.
§
Saat diabaikan orang.
§
Saat diejek/ hina/ bully kawan.
c.
Berkorban
Waktu
§
Saat menunggu sesuatu atau seseorang.
§
Penipuan mengiringi waktu yang dijalani.
§
Mengambil kesempatan berbuat baik
d.
Berkorban
Materi
§
Sewaktu memberi pinjaman
§
Sewaktu seseorang mengambil sesuatu
tanpa izin
§
Sewaktu memberi sejumlah uang.
§
Sewaktu memberi barang dan jasa tertentu
§
Sewaktu milik anda dirusak orang
Komentar
Posting Komentar