Manusia, Kegelisahan, dan Harapan

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A.    PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang memiliki arti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir terhadap suatu hal, tidak tenang dalam bersikap, tidak sabar, cemas berlebihan. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan jika seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, tidak tenang dalam bertingkah laku, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan dapat diketahui dari beberapa gejala tingkah laku atau gerak gerik yang seseorang lakukan situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu padaumumnyaberbeda dari biasanya, seperti contoh: berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala memandang jauh kedepan sambil mengepal-ngepal tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dengan orang lain dan lain-lain.
Kegelisahan merupakan salah satu bentuk ekspresi dari sebuah kecemasan. Karena itu dalam kehidupan, kegelisahan juga dapat di sama artikan dengan kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

B.     SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Menurut Asosiasi Psikologi Amerika, kecemasan merupakan suatu emosi yang ditandai dengan perasaan tegang, gelisah dan perubahan fisik seperti meningkatknya tensi darah. Orang dengan gangguan kecemasan ini biasanya memiliki pikiran terganggu yang berulang-ulang. Berikut 5 penyebab kegelisahan.
Menghindari masalah
Menghindari masalah, selain menyebabkan stres juga menciptakan lebih banyak kecemasan. Misalnya keengganan membersihkan lantai yang kotor, menyebabkan pikiranmu berkecamuk dan gelisah. Semakin berupaya untuk mengabaikannya, justru semakin terbayang-bayang.
1)      Penyangkalan
Penyangkalan tak hanya menyebabkan kecemasan, tapi juga menyebabkan gangguan lain, seperti Obsesif Kompulsif Disorder (OCD) atau phobia lainnya. Penyangkalan adalah mekanisme psikologis yang kamu gunakan ketika berhadapan dengan seuatu yang tidak nyaman.
2)      Ekspektasi
Ekspektasi adalah keyakinan yang kuat bahwa harapanmu sesuatu akan terwujud di masa depan. Kamu menempatkan sesuatu sebagai target, dan ketika tidak terwujud akan merasa lepas kontrol. Hal ini menyebabkan kecemasan yang luar biasa.
3)      Ketidakyakinan
Jika kamu terus-menerus membutuhkan orang lain untuk menyetujui pendapatmu, kemungkinan besar bakal menderita kecemasan. Kamu akan terus-menerus khawatir jika apa yang dipikirkan orang lain tidak sesuai dengan jalan pikiranmu. Jika harus membuat keputusan, percayalah pada diri sendiri untuk mendapatkan hasil terbaik. Namun, ada baiknya untuk meminta pertimbangan orang lain dalam rangka untuk memperluas pandanganmu.
4)      Merasa tidak berdaya
Bicaraan sendiri tentang hal-hal negatif, merasa seolah-olah dirimu gila, mendapat gangguan tidur, dan percaya ada sesuatu yang salah denganmu, adalah bagian dari perasaan ketidakberdayaan. Jika ini tidak ditangani, kamu bisa mengalami depresi berat dan mendorong bunuh diri.
Menurut pandangan islam gelisah itu sesuai dengan makna dasarnya, qalb (hati) adalah sesuatu yang bolak-balik. Ia tidak berpendirian tetap, tetapi selalu berubah-ubah. Pagi dalam keadaan taat, sore kembali berbuat maksiat. Kemarin sudah bertaubat, hari ini kembali berdosa.
Dan, akhirnya bukan hal yang aneh, jika kemudian hati menjadi gelisah. Tanda kegelisahan hati adalah hidup yang terasa hambar. Segala sesuatu dijalani dengan hampa. Makan tidak enak, tidur pun tidak nyenyak. Oleh karena itu, saatnya kita kenali, mengapa hati selalu gelisah.
a.       Karena banyaknya dosa.
Disadari atau tidak, ketika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan diliputi oleh rasa bersalah. Dengan demikian, hati pun menjadi gelisah. Hidupnya dalam keterasingan. Ibnu Qayyim berkata, ''Jika kamu menemukan keterasingan karena perbuatan dosa, maka segera tinggalkan dan jauhi dosa dan maksiat. Hati tidak akan tenang dengan perbuatan dosa.''
b.      Kurang bersyukur.
Padahal, Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk semua yang ada di langit dan yang ada di bumi, dengan penuh kasih sayang dan hanya untuk manusia. ''Dan tidak ada binatang melata pun yang hidup di muka bumi ini melainkan Allah yang memberinya rezeki ...'' (QS Hud [11]: 6).
c.       Banyak menuntut.
Bisa dipastikan hati akan selalu gelisah jika seseorang berpikir harus memiliki segala sesuatu, sementara ia tidak mempunyai kemampuan dan daya tunjang yang memadai untuk meraihnya.
d.      Cinta dunia.
Rasulullah SAW mengkhawatirkan umatnya yang mencintai dunia secara berlebihan. ''Yang paling aku takutkan dari umat sepeninggalanku adalah jika kesenangan dunia dan hiasannya dibuka untuk kalian.'' (Muttafaq 'Alaih).
e.       Terlalu berharap pada manusia.
Seseorang yang bergantung pada selain Allah, hanya akan kecewa.
f.       Berbuat zalim.
Menzalimi orang, itu artinya meninggalkan perasaan tidak enak. Karena itu, segeralah meminta maaf. Karena, meminta maaf dekat dengan ketakwaan yang pada akhirnya menimbulkan ketenangan. (QS Al-Baqarah [2]: 237).
g.      Lemah iman.
Seseorang yang lemah iman akan mudah mengeluh dan menyalahkan keadaan. Bahkan, orang yang lemah iman tidak yakin dengan kemahakuasaan Allah. Padahal, hidup dan mati, rezeki dan jodoh manusia, semua sudah diatur dan ada dalam kekuasaan Allah SWT.
Tidak sungguh-sungguh menaati syariat Allah, malas beribadah, dan enggan bertaubat kepada-Nya. Itu tampak pada banyaknya tindakan maksiat yang dikerjakan setiap harinya.

C.    USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Setiap orang dapat kapan saja merasakan gelisah, cemas, tegang, dan stres. Namun semua itu harus diatasi, jika tidak makan hal itu dapat berujung dengan depresi. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi gelisah tersebut, seperti:
1.      Relaksasi
Relaksasi adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan. Pada saat tubuh dan pikiran rileks, sering kali secara otomatis, stress yang menjadi penyebab otot-otot tegang akan terabaikan. Tak heran jika salah satu penggunaan relaksasi adalah untuk mengontrol emosi, terutama amarah. 
Kegiatannya seperti tai chi, yoga, dan pernafsan dalam serta kegiatan fisik lainnya yang bermanfaat untuk ketenangan pikiran. Contohnya saat kita mengambil nafas dalam-dalam itu akan membantu saraf utama yang membentang dari diafragma ke otak menjadi lebih longgar sehingga otak dapat memgirimkan pesan ke seluruh tubuh untuk lebih santai.
2.      Tidur dan makan yang cukup serta olahraga
Untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks, cukupi kebutuhan tidur dan makan serta olahraga secara teratur. Jangan makan dan tidur terlalu banyak atau pun terlalu sedikit. Pilihlah makanan yang baik dan sehat, jangan mengandung gula dan kafein yang berlebihan. Dan luangkan waktu untuk olahraga.
3.      Terhubung dengan orang lain / bersosialisasi
Luangkan waktu dengan keluarga atau teman. Lakukan kegiatan-kegiatan yang semakin mendekatkan keakraban, misalnya ngobrol atau diskusi hal-hal menarik lainnya. Hal ini akan membantu kita untuk merasa aman dan merasakan dukungan mereka. Jika kita merasa khawatir atau gugup tentang sesuatu, bicarakan hal itu dengan seseorang yang dekat yang membuat kita merasa lebih dipahami dan mampu mengatasinya.
4.      Fokus pada hal-hal yang positif
Cara paling baik agar terhindar dari rasa gelisah dan stres adalah selalu positive thinking. Fokus pada hal-hal yang baik, menghargai hal-hal kecil, dan mensyukuri segala hal. Fokuslah pada mimpi dan keinginan yang ingin kita wujudkan.
5.      Terhubung dengan alam
Tetap terhubung dengan alam di sela-sela kesibukan juga cara yang ampuh mengatasi rasa cemas dan gelisah. Cobalah untuk naik sepeda keliling kompleks atau mendaki gunung. Selain bisa menenangkan pikiran, kegiatan ini juga menyehatkan. Ajaklah keluarga atau teman untuk melakukannya, selain terhubung dengan alam, kita dapat menjaga hubungan sosial.

D.    KETERASINGAN
Pengertian Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, asal kata dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi, keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpisah dari yang lain atau terpencil.
Apapun makna yang kita lekatkan pada istilah keterasingan, yang jelas ia merupakan bagian dari hidup manusia. Sebagai bagian dari hidup manusia, sebagaimana juga kegelisahan, maka keterasingan pun memiliki sifat universal. Ini berarti bahwa keterasingan tidak pernah mengenal perbedaan manusia. Sebentar ataukah lama setiap orang akan pernah mengalami keterasingan ini, meskipun kadar atau penyebabnya berbeda-beda.
Adapun menurut Karl Marx, alienisasi atau dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan menjadi proses menuju keterasingan, adalah teori yang dikeluarkan oleh Karl Marx tentang munculnya sebuah keadaan di mana buruh atau proletar mendapatkan sebuah keadaan yang terasing dari kehidupanya. Ia percaya bahwa Alienisasi adalah hasil dari eksploitasi Kapitalisme terhadap buruh dengan mengartikanya sebagai modal.
Konsep Keterasingan buatan Marx berasal dari fakta ekonomi yang ada di masanya. Hal ini tertulis dalam karyanya Das Kapital dan terbesit dalam karya-karyanya yang lain. Sebenarnya Marx sendiri mengurangi penggunaan kata alienisasi atau keterasingan dalam karya-karya di fase kedua hidupnya. Hal ini dikarenakan Marx tidak mau kata ini berkurang nilainya, sebagai akibat dari banyaknya para filsuf sejaman Marx yang menggunakan kata tersebut sebagai konsep mereka yang sebenarnya jauh dari yang dimaksud oleh Marx.
Keterasingan terjadi jika semakin banyaknya modal terkumpul untuk Kapitalis, dan semakin miskin pula si Buruh akibat dari hasil eksploitasi si kapitalis. Artinya si kapitalis menimbun banyak harta yang sebenarnya merupakan Nilai Lebih barang yang telah diciptakan si buruh. Karena buruh tidak memiliki kekuasaan untuk menjual barang tersebut seperti layaknya yang dilakukan kapitalis, maka si kapitalis yang memiliki hak untuk menjual barang tersebutlah yang akan mendapat nilai lebih tersebut.

Sebab-sebab keterasingan
Sebab-sebab hidup terasing itu bersumber pada perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat, antara lain mencuri, bersikap angkuh atau sombong. Sikap dan perbuatan seseorang tidak harus sesuai dengan keinginan/kemauan orang lain, lebih-lebih dalam masyarakat yang beragam seperti masyarakat kita ini, bilamana ketidaksesuaian ini berkembang bisa diduga akan timbul jarak antara orang satu dengan lainnya.
Ketidaksesuaian ini bisa jadi timbul lantaran seseorang menampakkan sikap dan perbuatan yang di mata orang lain negatif  seperti misalnya sombong, menganggap dirinya lebih tinggi, angkuh, kaku, pemarah, dan semacamnya. Sikap yang sejenis dengan angkuh atau sombong ialah sikap kaku, pemarah, dan suka berkelahi. Sikap seperti itu menjauhkan kawan dan mendekatkan lawan. Orang segan berkawan dengan orang yang bersikap seperti itu, sebab takut terjadi konflik batin atau konflik fisik.
1)      Sikap rendah diri
Sikap rendah diri menurut Alex Gunur adalah sikap kurang baik. Sikap ini menganggap atau merasa dirinya selalu atau tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak atau kurang mampu di hadapan orang lain. Sikap ini disebut juga sikap minder. Jadi, bukan orang lain yang menganggap dirinya rendah, tetapi justru dirinya sendiri, tetapi juga tidak baik bagi masyarakat. Sikap rendah diri disebabkan antara lain kemungkinan cacat fisik, status sosial-ekonominya, rendah pendidikannya, dan karena kesalahan perbuatannya.
2)      Keterasingan karena cacat fisik
Cacat fisik tidak perlu membuat hidup terasing karena itu adalah kehendak Tuhan. Namun, seringkali manusia memiliki jalan pikiran yang berbeda. Erasa malu anak atau cucunya cacat fisik, maka disingkirkannya anak tersebut dari pergaulan ramai, hidup dalam keterasingan.
3)      Keterasingan karena sosial-ekonomi
Ekonomi kuat atau lemah adalah anugerah Tuhan. Orang tidak boleh membanggakan kekayaan dan tidak boleh pula merasa rendah diri karena keadaan ekonomi yang minim. Namun dalam kenyataan lain keadaannya, orang-orang yang tergolong lemah ekonominya seringkali merasa rendah diri. Akibatnya orang-orang kaya sering membanggakan kekayaannya, meskipun tanpa disengaja.
4)      Keterasingan karena rendah pendidikan
Banyak juga orang yang merasa rendah diri karena rendah pendidikannya dan tidak dapat mengikuti jalan pikiran orang yang berpendidikan tinggi dan banyak pengalaman. Dalam pergaulan orang-orang yang berpendidikan rendah dan kurang berpengalaman biasanya menyendiri, mengasingkan diri karena merasa sulit menempatkan diri. Ingin bertanya takut salah,juga takut ditanya, takut jawabannya tidak benar. Akibatnya ia menjauhkan diri dari pergaulan.
5)      Keterasingan karena perbuatannya
Orang terpaksa hidup dalam keterasingan karena merasa malu, dunia rasanya sempit, bila melihat orang, mukanya ditutupi. Itu semua akibat dari perbuatannya, yang tidak bisa diterima oleh masyarakat lingkungannya. Banyak perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat.
6)       Takut kehilangan hak
Contoh : Oyong mempunyai sifat pemarah, sebentar-bentar menantang orang dan mengajaknya berkelahi. Ia menganggap lawannya pasti kalah. Ia tak kenal istilah musyawarah, akibatnya semua teman-temannya perlahan-lahan menjauhinya, sehingga ia terasing dari pergaulan. Jadi, bila kita renungkan, orang hidup dalam keterasingan karena takut kehilangan haknya. Seperti halnya Oyong yang merasa takut kehilangan hak nama baiknya. Ia merasa lebih dari orang lain, sehingga bila ada orang yang melebihinya, ia segera mengajaknya berkelahi.
7)      Kerinduan
Kadang-kadang keterasingan disebabkan pula oleh rasa kerinduan yang begitu hebat baik terhadap keluarga, teman, suasana,atau bahkan terhadap suatu tempat. Adalah satu hal yang wajar apabila seseorang  yang berada jauh dari keluarga akan merasakan kerinduan yang begitu hebat terhadap keluarganya. Dalam kondisi yang demikian ini tidak heran kalau kemudian yang bersangkutan merasa terasing, kendatipun lingkungan sekitarnya mampu memenuhi kebutuhannya.

Ø  Ayat Al-Qur’an tentang keterasingan
”Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sungai. Maka, barang  siapa di antara kamu meminum airnya maka ia bukan golonganku, dan barang siapa yang tidak meminumnya maka ia adalah golonganku, kecuali yang menciduk seciduk dengan tangannya” (QS. Al-Baqarah:249)

E.     KESEPIAN
Pengertian
Kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya. Individu yang tidak menginginkan teman bukan orang yang kesepian, tetapi seseorang yang menginginkan teman dan tidak memilikinyalah orang yang kesepian. Kesepian adalah pengalaman subjektif. 
Kesepian juga dideskripsikan sebagai kesakitan sosial - suatu mekanisme psikologis untuk memperingatkan seorang individu atas isolasi yang tidak diinginkan dan memotivasinya untuk mencari hubungan sosial. 
Sebagai makhluk sosial, rasanya tidak ada orang yang ingin kesepian, tanpa punya sahabat tempat berbagi perasaan atau juga tidak punya keterikatan emosional dengan pasangan. Orang-orang yang kesepian cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak berharga dan tidak dicintai. Akhirnya ia pun tidak nyaman berada di lingkungan mana pun.
Selain mendatangkan penyakit, kesepian yang dirasakan seseorang juga bisa membuatnya kedinginan dan mudah terserang flu. Menurut peneliti dari Universitas Toronto, Kanada, orang-orang yang merasa dirinya terasing sering merasa kedinginan di sebuah ruangan bila dibandingkan dengan orang yang bahagia.
Kesepian adalah emosi kompleks dan biasanya tidak menyenangkan, yang merupakan respon isolasi. Kesepian biasanya mencakup perasaan cemas terhadap kurangnya koneksi atau komunikasi dengan makhluk lain, baik di masa sekarang dan berkembang ke masa depan. Dengan demikian, kesepian bisa dirasakan bahkan saat dikelikingi oleh orang lain. Penyebab kesepian bervariasi dan meliputi faktor sosial, mental, emosional dan fisik.
Penelitian telah menunjukkan bahwa kesepian terjadi di seluruh masyarakat, termasuk orang-orang dalam perkawinan, hubungan, keluarga, veteran, dan mereka yang memiliki karier yang sukses. Kesepian telah menjadi tema yang sering dieksplorasi dalam literatur manusia sejak zaman kuno. Kesepian juga telah digambarkan sebagai rasa sakit sosial - sebuah mekanisme psikologis yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang agar mencari koneksi social. Kesepian sering didefinisikan dalam kaitannya dengan keterhubungan seseorang dengan orang lain, atau lebih khusus lagi sebagai "pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi ketika jaringan hubungan sosial orang kekurangan dengan cara yang signifikan".
Penyebab
Orang dapat mengalami kesepian karena berbagai alasan, banyak kejadian kehidupan dapat menyebabkan kesepian, seperti kurangnya hubungan persahabatan selama masa kecil dan masa remaja, atau ketidakhadiran fisik orang-orang yang berarti di sekitar seseorang. Pada saat yang sama, kesepian mungkin merupakan gejala masalah sosial atau psikologis lain, seperti depresi kronis.
Banyak orang mengalami kesepian untuk pertama kalinya saat mereka ditinggalkan sendirian sebagai bayi. Kesepian juga merupakan konsekuensi yang sangat umum (meskipun biasanya hanya sementara), dari perpisahanperceraian, atau kehilangan hubungan jangka panjang penting. Dalam kasus ini, kesepian dapat timbul baik dari hilangnya orang tertentu atau dari penarikan diri dari lingkaran sosial yang disebabkan oleh kejadian tersebut atau kesedihan yang terkait.
Penyebab kesepian ada empat penyebab dasar dari kesepian, yaitu :
1.      Transisi kehidupan
Transisi yang menyebabkan perubahan sehingga kita merasa kesepian. Menjadi tua kemudian ditinggalkan anak dapat menciptakan kesepian dalam hidup. Berganti pekerjaan, sakit keras, pensiun, dapat menimbulkan kesepian. Setiap pengalaman baru yang kita hadapi dapat menimbulkan kesepian. Yang membuatnya lebih buruk, kita cenderung mengisolasikan orang-orang yang sedang sekarat.
2.      Keterpisahan
Ketika kita diisolasi dalam pengertian terpisah dari teman-teman dekat, terpisah dari keluarga anda (dikarenakan karier, praktek kuliah, wajib militer, atau alasan lainnya)  itu dapat menyebabkan kesepian.  Apalagi mereka yang sulit diakses oleh alat komunikasi apapun. Sungguh mereka akan bisa merasakan kesepian. Keterpisahan lainnya adalah perceraian/putus hubungan. Ini juga penyumbang besar masalah kesepian dalam masyarakat.
3.      Direndahkan/dipermalukan
Dalam dunia pekerjaan, dunia pendidikan atau dalam relasi sosial dengan orang lain, bila mendapatkan ucapan yang merendahkan atau dipermalukan di depan umum akan menimbulkan rasa kesepian yang dalam. Kita merasa diserang dan kita merasa sendirian karena tidak ada yang membela. Melewati pengalaman seperti ini menimbulkan perasaan kesepian yang menyakitkan. Godaan terbesar dari orang yang merasakan kesepian dalam kondisi ini adalah menarik diri dan membangun tembok anda sendiri. Tetapi, justru dengan melakukan hal ini hanya akan membuat orang ini semakin kesepian.
4.      Penolakan
Kita merasa sakit hati, tidak dianggap, tidak berguna, tidak bisa diandalkan, tidak dicintai dan lain sebagainya. Perasaan ini bila tidak diatasi dengan baik, akhirnya dapat disalah mengerti oleh diri kita sendiri dan membuat kita merasa kesepian yang sangat. Itulah sebabnya orang yang merasakan kesepian karena penolakan sulit untuk ditangani. Karena dia sendiri sudah men-stigma dan mendiskriminasikan dirinya sendiri.

F.     KETIDAK PASTIAN
Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang, termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.
Ø  Fisika
Ketidakpastian adalah parameter terkait dengan hasil pengukuran, yang mencirikan dispersi dari nilai-nilai yang cukup dapat dikaitkan dengan objek yang diukur. Ketidakpastian memiliki dasar probabilistik dan mencerminkan pengetahuan yang tidak lengkap dari besaran tersebut. Dengan kata sederhana, ketidakpastian adalah keraguan yang muncul tentang hasil setiap pengukuran.
Semua pengukuran besaran fisik selalu menghadapi ketidakpastian dalam pengukuran. Variabilitas dalam hasil pengukuran berulang muncul karena variabel yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran tidak mungkin untuk dijaga konstan. Bahkan jika “keadaan” dapat dikendalikan dengan tepat, hasilnya masih akan terdapat kesalahan (error) yang terkait dengan hal itu. Hal ini terjadi karena skala pada alat ukur diproduksi dengan tingkat kualitas tertentu sehingga seringkali sulit untuk membaca skala secara sempurna. Tentu saja langkah-langkah dapat diambil untuk membatasi jumlah ketidakpastian, tetapi ketidakpastian akan selalu ada.
Ø  Manajemen
Leo J. Susilo, dalam bukunya yang berjudul Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 mengatakan bahwa “ketidakpastian adalah keadaan, walaupun hanya sebagian, dari ketidakcukupan informasi tentang pemahaman atau pengetahuan terkait dengan suatu peristiwa, dampaknya, dan kemungkinan terjadinya”.
Berdasarkan definisi tersebut, keterkaitan antara ketidakpastian dan risiko dijelaskan dengan definisi risiko seperti yang tertuang di dalam Standar Internasional Manajemen Risiko ISO 31000. Di dalam dokumen tersebut, risiko diartikan sebagai efek dari ketidakpastian yang terdapat pada tujuan organisasi. Lebih lanjut, Leo J. Susilo menerangkan bahwa risiko sering disebut sebagai kombinasi dari dampak suatu peristiwa (termasuk dalam hal ini perubahan suatu keadaan) dan digabungkan dengan kemungkinan terjadinya peristiwa tersebut.



MANUSIA DAN HARAPAN

A.    PENGERTIAN HARAPAN
Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan dating. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, tetapi diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
Persamaan Harapan dan Cita-Cita
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar.
Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

B.     SEBAB MANUSIA MEMILIKI HARAPAN
Ada dua hal yang mendorong manusia untuk mempunyai harapan yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup
  1. Dorongan kodrat ialah sifat atau pembawaan alamiah yang sudah lama terjelma dalam diri manusia misalnya bergembira, menangis, berfikir. Dorongan kodrat  menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan
  2. Dorongan kebutuhan hidup dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmani misalnya makan, minum, pakaian, rumah (sandang, pangan, papan).

C.    PENGERTIAN DOA
Pengertian Doa Menurut Agama Islam
Secara bahasa, kata “doa” itu bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, menucap, memanggil. Sedangkan secara istilah “doa” adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan kepada Allah SWT sebagai penguasa alam semesta, seperti contoh: meminta ampunan, pertolongan dari hal-hal yang ditakutkan, keselamatan hidup, ucapan rasa bersyukur, minta diberikan rizki yang halal dan ketetapan iman dan Islam, dan lain sebagainya.
Pengertian Doa Menurut Ulama
1.      Imam at-Thaibi
Yang dimaksud berdoa menurut beliau adalah memperlihatkan sikap berserah diri dan membutuhkan Allah SWT, karena tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dan tunduk kepada Pencipta serta merasa butuh kepada Allah. Jadi doa adalah sebuah permohonan kepada Allah dan bentuk rasa membutuhkan-Nya.
2.      Quraish Shihab
Doa ialah suatu permohonan hamba kepada Tuhan-Nya agar memperoleh anugerah pemeliharaan dan pertolongan, baik buat si pemohon maupun pihak lain yang harus lahir dari lubuk hati yang terdalam disertai dengan ketundukan dan pengagungan kepada-Nya.
3.      Syaikh Taqiyuddin Subki
Istilah berdoa itu lebih khusus daripada beribadah. Artinya, barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombong tidak mau berdoa.

Doa itu termasuk inti dari ibadah, karena bacaan dalam setiap ibadah kita itu mengandung doa. Jadi, doa adalah sebuah ucapan permohonan dan pengakuan bahwa kita ini sebagai hamba Allah yang lemah, tidak berdaya, tidak memiliki kemampuan apapun tanpa Allah, kita hanya bisa berserah diri kepada-Nya, memohonkan segala ampunan, pertolongan, meminta sesuatu yang diinginkan, dan doa merupakan salah satu panyalur kita berkomunikasi dengan Allah.
Doa permintaan dan doa ibadah
1.      Doa masalah atau doa permintaan
Maksudnya, seseorang berdoa kepada Allah Ta’ala dengan ucapan lisannya, meminta kepada Allah Ta’ala agar mendapatkan kebaikan yang dia inginkan atau agar terhindar dari suatu keburukan (bahaya). Inilah pengertian doa yang banyak dipahami oleh kaum muslimin.
2.      Doa ibadah
Maksudnya, semua jenis ibadah yang kita lakukan pada hakikatnya adalah doa. Buktinya, kalau kita bertanya kepada seseorang yang beribadah kepada Allah Ta’ala, “Apa tujuanmu mendirikan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, dan menunaikan hak-hak Allah Ta’ala?”
Niscaya orang beriman akan menjawab, “Aku bermaksud dengan ibadah tersebut agar mendapatkan ridha Allah Ta’ala, meraih pahala, selamat atau terbebas dari hukuman-Nya.” Sehingga pada hakikatnya, seseorang yang beribadah kepada Allah Ta’ala juga sedang meminta kepada Allah Ta’ala, yaitu meminta agar ibadah tersebut diterima, mendapatkan pahala, dan agar diampuni dosa-dosanya, meskipun dia tidak mengucapkan permintaan tersebut dengan lisannya.

D.    KEPERCAYAAN
Keyakinan dan Kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.
Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.
Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar.
Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai (Moorman, 1993).
Menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain.
Tiga elemen atau faktor penting yang perlu dilakukan untuk membangun serta mempertahankan kepercayaan, diantaranya adalah :
1.      Kredibilitas
Kredibilitasmerupakan hal sangat penting untuk diperhatikan. Semakin bagus kualitas dan kapabilitas seseorang, atau bisnis yang sesuai dengan bidangnya akan semakin kredibel dimata konsumen.
Untuk mewujudkan kredibilitas seseorang pun perlu waktu yang tidak singkat dan butuh proses mengenal diri kita. Mungkin hal ini tidak sejalan dengan ungkapan “Jangan melihat buku dari sampulnya atau jangan menilai orang dari penampilannya” tetapi dalam hal bisnis kesan pertama sangat membangun kredibilitas dan kepercayaan konsumen.
Penampilan saja memang tidak cukup untuk menilai atau mengukur kredibilitas seseorang. Karena lamanya waktu yang dibutuhkan itulah maka disini perananan kredibilitas menjadi menjadi learning poin.
2.      Kedekatan
Kedekatan merupakan faktor kedua yang sangat penting dalam membangun kepercayaan, seseorang memiliki kredibilitas tetapi tidak punya kedekatan dan tidak mampu untuk berkomunikasi dengan baik, maka kepercayaan pun sulit di wujudkan. Contoh kecil misalnya, kita sedang butuhseorang guru les matematika untuk adik kita, lalu kita diperkenalkan dengan seorang guru les matematika yang memiliki kredibilitas. Kemudian kita pun berusaha untuk menghubungi dia via ponsel tetapi tak pernah ada jawaban, sementara waktu semakin bergulir dan semakin dekat.
Dengan awal yang sulit seperti itu akankah kita bisa percaya kepada seorang guru les yang direkomendasikan teman kita? Lalu bagaimana misalnya dia akan memberikan kita kepercayaan atas progress pelajaran yang telah diberikan. Disinilah arti pentingnya sebuah kedekatan. Kredibilitas akan menjadi sangat tidak berarti jika tidak di imbangi dengan kedekatan.
3.      Reliabilitas atau keandalan
Reliabilitas merupakan pembuktian apakah seseorang bisa memenuhi hal-hal yang diharapkan oleh relasi, sahabat atau orang sekitar. Atau apakah penjual bisa memenuhi hal-hal yang diharapkan dari para konsumennya. Dari ketiga elemen, reliabilitas ini faktor yang terpenting dalam membangun apalagi mempertahankan kepercayaan.
Kita bisa saja salah menilai orang dalam kredibilitasdan kedekatan karena hanya berdasar pada penilaian sesaat, tapi kita tidak akan salah menilai orang berdasarkan reliabilitas atau kehandalannya.Kelemahan dari reliabilitas ini butuh proses dan waktu untuk menampakkan diri, sedangkan kita dalam menilai seseorang terkadang memerlukan waktu yang cepat.
Untuk membuktikan reliabel atau tidaknya seseorang kita perlu membuktikan janji, atau dalam bisnis apa yang disampaikan pada kesepakatan apakah terbukti atau tidak. Oleh karena itu, dalam bisnis ada hal-hal yang bisa diperhitungkan yang kemudian perhitungan itu mendasari pada keputusan yang akan diambil. Perhitungan bisa berupa target bisnis atau progress yang akan dilalui atau adanya indikator kemajuan atau kemunduran bisnis.
Dalam berbisnis, bersahabat maupun dalam lingkungan masyarakat, kepercayaan bisa jadi sebagai modal utama. Apapun bisnisnya, siapapun sahabat kita pasti membutuhkan yang namanya kepercayaan. Karena sekali saja kita kehilangan keperayaan maka untuk mendapatkannya kembali butuh waktu yang sangat lama dan tidak mudah. Sesuai dengan tulisan yang ada di atas ini, arti dari kepercayaan itu adalah kemauan seseorang atau sekelompok orang untuk mau memberi keyakinan pada seseorang yang ditujunya.

E.     KEPERCAYAAN DAN USAHA
Jika diartikan secara general, usaha merupakan setiap aktivitas yang dilakukan manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Jika diartikan secara khusus, istilah usaha dapat diartikan ke dalam banyak makna dan sangat bergantung dengan di mana istilah usaha ini digunakan. Di bidang bisnis misalnya, usaha biasanya identik dengan aktivitas bisnis, sedangkan di dunia fisika, usaha merupakan faktor dari perpindahan dengan gaya.

Pengertian Usaha Menurut Para Ahli

  1. Budi Prasodjo
Menurut Budi Prasodjo, usaha (dalam ilmu fisika) merupakan hubungan gaya dengan aktivitas perpindahan benda.
  1. Kamajaya
Menurut Kamajaya, pengertian usaha (dalam ilmu fisika) adalah perpindahan energi melalui gaya yang membuat benda menjadi berpindah.
  1. Efrizon Umar
Menurut Efrizon Umar, usaha (dalam ilmu fisika) dapat diartikan sebagai resultan gaya yang bekerja pada benda yang menyebabkan pergerakan dan perpindahan posisi benda.
  1. Aip Saripudin
Menurut Aip Saripudin, usaha (dalam ilmu fisika) merupakan setiap gaya yang diberikan pada benda.
  1. Tetty Yulliawati dan Denny Indra Sukry
Menurut Tetty Yulliawati dan Denny Indra Sukry, pengertian usaha (dalam ilmu fisika) adalah besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda sehingga benda tersebut mengalami aktivitas perpindahan (posisi).

Defenisi Usaha dalam Berbagai Bidang yang Berbeda
a.       Usaha dalam Ilmu Fisika
Dalam ilmu fisika usaha merupakan fungsi dari gaya dan perpindahan. Dalam teori perpindahan, usaha berperan sebagai faktor pembanding gaya dimana perpindahan sama dengan perbandingan usaha dengan gaya.
b.      Usaha dalam Aktivitas Ekonomi
Dalam dunia atau pun aktivitas ekonomi, usaha sering kali diartikan sebagai sebuah bisnis. Dalam hal ini, usaha merupakan setiap upaya yang dilakukan untuk bisa mendapatkan keuntungan. Orang – orang yang melakukan aktivitas usaha atau pun bisnis biasanya disebut dengan istilah pebisnis atau pun pengusaha.
c.       Usaha dalam Kehidupan Sehari – hari
Jika diartikan secara general, maka usaha dapat diartikan sebagai setiap aktivitas atau pun upaya yang dilakukan untuk bisa mendapatkan apa yang telah dicita – citakan / tujuan yang ingin dicapai. Usaha dalam kehidupan sehari – hari biasanya berupa aksi nyata, seperti belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus, atau pun olah raga untuk mendapatkan tubuh yang sehat.


STUDI KASUS DAN VIDEO

A.    STUDI KASUS
Manusia dan Kegelisahan
Asifa Bano, Bocah Korban Pemerkosaan yang Buat Warga Kashmir Gelisah

Sebuah kasus pemerkosaan dan pembunuhan brutal, yang menimpa seorang gadis kecil berusia delapan tahun di wilayah Kashmir India, membuat masyarakat setempat merasa resah. Dikutip dari BBC pada Rabu (12/4/2018), Asifa Bano -nama bocah malang tersebut- ditemukan terbaring tidak bernyawa di semak-semak di pinggiran hutan pada Januari 2018. 
"Saya tahu sesuatu yang mengerikan telah terjadi pada putri saya," ujar sang ayah, Muhammad Yusuf Pujwala, berusaha tegar. Istrinya, Naseema Bibi, duduk di samping, menangis pelan seraya berulang kali menggumamkan nama Asifa.
Sameer Yasir, seorang jurnalis lepas kelahiran Kahsmir, mengatakan bahwa kasus pemerkosaan itu memicu ketegangan berbau agama, di wilayah yang kerap didera konflik dengan pemerintah India sejak 1989 itu.
Ketika kabar hilangnya Asifa tersebar luas, Guijar -sebutan untuk kelompok masyarakat Muslim penggembala di barat laut dan utara India- melakukan aksi protes dengan memblokir beberapa ruas jalan utama di Jammu.
Mereka mendesak polisi melakukan pencarian lebih lanjut terhadap Asifa, termasuk menangkap dua orang anggotanya yang diduga terlibat dalam kejahatan tersebut. Salah seorang petugas yang terlibat, Deepak Khajuria, berhasil ditangkap sehari setelahnya. Disusul kemudian, penangkapan terhadap tujuh pria terduga lainnya.
Ketujuh terduga pemerkosaan tersebut terdiri dari seorang pensiunan pejabat pemerintah, tiga orang anggota polisi, seorang remaja, dan sisa dua orang lainnya diketahui berusia 20-an. Muncul dugaan, kedelapan orang pelaku sengaja melakukan pembunuhan untuk meneror komunitas Guijar, yang sejak lama didesak untuk meninggalkan Jammu.
Beberapa tahun terakhir, para penggembala ini menggunakan lahan publik dan hutan di sekitar Jammu, untuk aktivitas merumput hewan-hewan ternaknya. Hal ini memicu konflik dengan beberapa warga penganut Hindu di sekitarnya.
ANALISA
Saya mengambil contoh ini dikarenakan kasus tersebut sempat membuat warga sekitar gelisah. Apalagi korban dari kasus ini adalah seorang gadis kecil yang pastinya akan meembuat orangtua merasa resah. Sedangkan alasan terjadinya hal tersebuat adalah karena lahan di sekitar Jammu.

Manusia dan Harapan
Ketua MPR: Korupsi E-KTP Pengkhianatan terhadap Rakyat dan Negara

Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai, jika terbukti, korupsi yang diduga dilakukan sejumlah anggota DPR dalam proyek e-KTP merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara dan sumpah jabatan. "Bayangkan, baru dirancang, sudah dirancang untuk korupsi. Betul-betul itu khianat terhadap sumpah jabatannya waktu dilantik sebagai anggota DPR, khianat terhadap janji, khianat terhadap rakyat, khianat terhadap negara. Ini harus diusut tuntas," kata Zulkifli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/3/2017).
Apalagi, uang yang dikorupsi itu berasal dari pajak rakyat yang dikumpulkan susah payah. Karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat menyelesaikan kasus korupsi e-KTP dengan tuntas. Menurut Zulkifli, dengan jumlah kerugian mencapai Rp 2,3 triliun, pastinya korupsi e-KTP tak hanya melibatkan dua orang saja. Ia mendukung sepenuhnya KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi e-KTP. "Yang paling depan dalam kasus ini kan KPK. KPK sebagai tumpuan dan harapan bagi kita semua, bagi masyarakat luas," tutur Ketua Umum PAN itu.
"Harus dilihat apakah nanti kelihatan tebang pilih atau tidak. Oleh karena itu kami minta ini diselesaikan tuntas. Saya kira ini ujian buat kita semua," lanjut Zulkifli. Dalam pembacaan dakwaan, banyak pihak yang disebut menerima dana hasil korupsi e-KTP tahun 2011-2012.
Korupsi terjadi sejak proyek itu dalam perencanaan serta melibatkan anggota legislatif, eksekutif, Badan Usaha Milik Negara, dan swasta.Hingga saat ini, baru ada dua terdakwa dalam kasus tersebut, yakni mantan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua MPR: Korupsi E-KTP Pengkhianatan terhadap Rakyat dan Negara".
ANALISA
Saya setuju mengenai pendapat beliau yang megaruskan bahwa kasus ini diusut hingga tuntas, karena itu merupakan uang negara yang dikumpulkan dari pajak-pajak yang akan digunakan untuk kemajuan negara ini, yang nantinya akan mempermudah dan bermanfaat. Maka dari itu siapapun pelakunya harus dikenakan sanksi yang sepadan dengan apa yang ia lakukan. Karena hal tersebut juga merupakan pelanggaran sumpahnya pada saat akan menjabat.

B.     VIDEO
Video ini berisi tentang sesokar buaya yang ditangkap warga sebab muncul dikolong pemukiman dan membuat resah hingga akhirnya warga memutuskan untuk menangkapnya dan menyerahkannya kepada BKSDA sebelum dilepas liarkan lagi.
Saya mengambil video ini segai contoh dari kegelisahan, karena sebuah kegelisahan bisa muncul akibat rasa takut atau merasa sedang dalam bahaya. Kegelisahan tidak hanya dapat terjadi akibat berbuat salah atau hal normal lainnya yang muncul karena diri sendiri, tetapi kegelisahan bisa saja muncul karena lingkungan.
Jika melihat video tersebut dan mengetahiu bahwa lingkungan tersebut dekat dengan sungai, maka bukan hal yang tidak wajar jika buaya seperti itu berada disana, bisa saja manusialah yang mengambil alih rumah mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TANAH AIR

Analisis Video "Pemeriksaan Fisik Pada Bayi Baru Lahir" by. Widyo Nugroho