Manusia, Cinta Kasih, Keindahan, dan Penderitaan
MANUSIA
DAN CINTA KASIH
A. PENGERTIAN
CINTA KASIH
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa
Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada),
ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih
artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan
demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat
rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka
(sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.
Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam
kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan,
pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan
hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh
antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas,
mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.
Menurut Dr sarlito w sarwono bahwa cinta memiliki 3 unsur
yaitu :
1.
keterikatan
Adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia,
tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli
hadiah untuk dia
2.
keintiman
Adanya kebiasaan dan tingkah
laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak
lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar
memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.makan sepiring
berdua.
3.
kemesraan
Adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh
atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan
seterusnya.
Seorang
psikolog Amerika, Robert J. Sternberg mengembangkan Teori Segitiga Cinta. Menurut
beliau, semua jenis hubungan, baik itu hubungan pertemanan, kekasih, pasangan
hidup ataupun belahan jiwa, memiliki salah satu dari 3 elemen ini; keintiman,
gairah, dan komitmen
1)
Keintiman
Kedekatan emosional yang melibatkan tingkat kepercayaan yang tinggi
antara dua individu.
2)
Gairah
Perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual.
3)
Komitmen
Upaya sadar untuk menjaga hubungan.
Cinta memili 3 tingkatan,
yaitu :
a.
Tinggi
Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada tuhan
b.
Menengah
Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orangtua, saudara, anak,
istri atau suami, dan kerabat.
c.
Rendah
Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan keluarga,
harta, kerabat, dan tempat tiggal.
B. CINTA
MENURUT AJARAN AGAMA
Pendapat
Ibnu al-arabi (tokoh filosofo islam) mengenai rasa cinta. Ibnu al-araby membagi
cinta pada 3 tingkatan, yaitu:
1. Cinta
Natural.
Cinta ini bersifat subjektif, kita lebih
mementingkan keuntungan diri sendiri. Contohnya, kita dapat mencintai seseorang
karna dia telah menolong kita, berbuat baik pada kita. Seperti cintanya seekor
kucing pada majikannya karna telah merawatnya.
2. Cinta
Supranatural.
Cinta
ini brsifat objektif, tanpa pamrih. dimana kita akan mencintai seseorang dengan
tulus tanpa mengharapkan timbal balik walau masih ada muatan subjektif.
Contohnya seperti cintanya seorang ibu pada anaknya, ia rela berkorban apapun
dan bgaimanapun caranya demi kebaikan anaknya walaupun tanpa ada balasan (rasa
cinta) dari anaknya tersebut. Pada tingkat inilah kita akan mulai memahami
pepatah yang menyabutkan “CINTA TAK HARUS MEMILIKI”
3. Cinta
Ilahi.
Inilah
kesempurnaan dari rasa cinta. Kita tidak hanya akan mendahulukan kepentingan
objek yand kita cintai,. Lebih dari itu, ketika kita telah mencapai tingkatan
ini kita tidak akan lagi melihat diri kita sebagai sesuatu yang kita miliki,
penyerahan secara penuh, sirnanya kepentingan pribadi. Kita merasa bahwa apapun
yang kita miliki adalah milik objek yang kita cintai.
Menurut
KANG ZAIN
1) Cinta
berbasis Shodr (lapisan hati luar)
Ciri-cirinya
adalah perasaan mudah gelisah, kecenderungan yang ada adalah untuk memiliki
bukan untuk memberi. Sifatnya jasadi atau fisik. Dan kental sekali berbau
dunia. Ingin punya ini dan ingin punya itu, tapi sering lupa mensyukuri apa
yang sudah dimiliki.
2) Cinta
berbasis Qolbu (lapisan hati tengah)
Ciri-cirinya
adalah perasaan kadang gelisah tapi kadang tenang bahagia. Kadang menikmati
tapi kadang menyesali. Kadang inget Tuhan tapi kadang inget kekasih hati
ciptaan Tuhan. Perasaannya bolak-balik seperti Qolbu. Jika ia memiliki hati
yang bersih maka walaupun ia mencintai makhluk Tuhan, ia tetap paham prosedur
syariat yang harus dilewati. Sehingga ia bisa memiliki sesuatu dengan cara yang
dirahmati Tuhan.
3) Cinta
berbasis Fuad (lapisan hati dalam)
Inilah
cinta yang sejati, sangat dalam dan penuh sensasi yang melupakan (dunia). Ia
begitu dalam sehingga tidak mudah lepas, bahkan tidak bisa lepas. Hatinya
bergantung penuh kepada Tuhan. Ia nyaris lupa akan dunia. Dan itulah yang jadi
masalahnya. Ia terkadang lupa akan bajunya yang mungkin saja kurang pantas
dilihat. Ia tidak lagi memikirkan penilaian orang terhadapnya.
Itu sebabnya ia
pun sering beristghfar karena khawatir tidak mampu mencintai Makhluk Tuhan,
sehingga ada yang terzalimi karena begitu kuat cintanya kepada Tuhan. Hatinya
tenang karena dekat kepada Tuhan, dan hatinya pun gelisah karena ingat
dosa-dosanya yang tak mampu dilihatnya. Mungkin saja ia sampai bingung apalagi
yang mau di-istighfari, padahal ia sangat menyukai istighfar dan taubat, tapi ia
begitu anti berbuat maksiat.
Cinta menurut islam yang
sesungguhnya, ada baiknya bila kita mengetahui ayat-ayat Al-Quran yang membahas
perihal cinta kepada lawan jenis. Diantaranya sebagai berikut:
1.
Adz-Dzaariyat ayat 49
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu
mengingat kebesaran Allah.” (Q.S. Adz-Dzaariyat: 49)
2.
An-Naba’ ayat 8
“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan.” (Q.S. An-Naba’: 8)
3.
An-Najm ayat 45
“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan
berpasang-pasangan pria dan wanita.” (Q.S. An-Najm : 45)
4.
Ali Imran ayat 14
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan
kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang
banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali
yang baik.” (QS Ali Imran: 14)
5.
Ar-Rum ayat 21
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Ar-Rum: 21)
6.
An-Nur ayat 32
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan
orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan
hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah Swt akan
mengkayakan mereka. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”
(QS An Nur : 32)
7.
An-Nisa ayat 1
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari
satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari
keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang
dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali
kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu.” (QS An Nisa :
1)
8.
An-Nur ayat 26
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki
yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang
baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk
wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang
dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang
mulia (surga)”. (Q.S. An-Nuur : 26)
9.
Al-Hujurat ayat 13
“Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu sekalian dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu sekalian saling mengenal. Sesungguhnya orang-orang
yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah ialah orang-orang yang
paling takwa di antara kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal”. (QS Al-Hujurat:13).
10.
Maryam ayat 96
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah
Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang .” (QS.
Maryam: 96)
C. KASIH
SAYANG
Kasih sayang merupakan salah satu bentuk afeksi menurut teori
psikologi. Namun secara harfiah kasih sayang merupakan bentuk respon kejiwaan
terhadap pengaruh dari luar sehingga menimbulkan kemauan untuk peduli, empati,
bahkan sedih dan marah. Sedangkan secara sempit, kasih sayang diartikan sebagai
bentuk perasaan di antara dua pihak.
Kasih
sayang juga diartikan sebagai tahap awal yang dialami seseorang sebelum
merasakan atau memberikan cinta. Menurut makna tersebut, seseorang yang
memberikan perhatian dan rasa empati terhadap sesuatu dapat diartikan sebagai
bentuk kasih sayang. Ketika tahap ini sudah matang maka akan berlanjut ke tahap
mencintai.
Jika
diartikan lebih luas, kasih sayang adalah cerminan sikap menghormati,
mengayomi, mengasihi, peduli, merawat, dan berempati kepada sesama makhluk
ciptaan Tuhan. Kasih sayang tidak memandang apakah sesuatu itu benda mati atau
hidup, tua atau muda, status sosial, jenis kelamin, nyata atau tidak nyata,
ras, maupun golongan.
Arti
kasih sayang yang lain yaitu merupakan bentuk perasaan yang secara emosional
mampu merubah pikiran, langkah, rencana, cita-cita, prinsip, maupun memantapkan
apa yang telah dipunyai oleh seseorang. Dengan kata lain kasih sayang adalah
sesuatu yang mampu merubah hidup seseorang dalam berbagai aspek. Sehingga kasih
sayang menjadi hal yang penting bagi keberlangsungan hidup.
Contoh-contoh tentang kasih sayang :
1.
Cinta kasih antar orang tua dan anak.
Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan
anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu
mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna di kemudian hari.
2.
Cinta kasih antara pria dan wanita.
Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang
gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntaian
mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
3.
Cinta kasih antara manusia.
Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya
yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh
cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
4.
Cinta kasih antara manusia dan Tuhan.
Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah
tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada tuhan
penciptanya.
5.
Cinta kasih manusia terhadap lingkungan.
Apabila seseorang menciptakan taman yang indah,
memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam
tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau
dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan
hidupnya.
D. KEMESRAAN
Kemesraan
berasal dari kata dasar 'mesra', yang artinya perasaan simpati yang akrab.
Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk
asmara maupaun yang sudah berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih
sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra
atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat
menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai
bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.
E. PEMUJAAN
Pemujaan adalah dimana kita memuja atau mengagungkan
sesuatu yang kita senangi.Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti
memuja pada leluhur,memuja pada agama tertentu dan kepercayan yang
ada.seperti Pemujaan pada leluhur adalah suatu kepercayaa bahwa para
leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi
keberuntungan orang yang masih hidup.
Dalam
beberapa budaya Timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan
leluhur adalah untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup,
dan kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur.
Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai
kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga, serta
keberlangsungan garis keturunan keluarga.
F. BELAS
KASIHAN
Belas kasihan disebut juga dengan kepedulian adalah emosi manusia
yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan
ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.
Dalam
kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihi dan banyak cara kita menumpahkan
rasa belas kasihan. Yang perlu kita kasihi antara lain: yatim-piatu,
orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar-benar
tidak mampu bekerja, orang sakit di rumah sakit, orang cacat, masyarakat kita
yang hidup menderita dan sebagainya. Orang-orang itu umumnya menderita lahir
batin dan umumnya kurang tangan yang menjulur memberikan belas kasihan.
Berbagai
macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan
kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang
memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.
Belas
kasih terhadap sesama pada hakikatnya adalah cinta kasih terhadap sesama, yang
berarti melaksanakan ajaran agama. Bahwa kita wajib mencintai sesama berarti
orang itu berbudi. Berbudi perbuatan yang dipuji oleh Allah SWT. (surat
Al-Qalam : 4).
G. CINTA
KASIH EROTIS
Cinta Kasih erotis adalah
cinta yang cenderung mengarah kepada cinta sepasang insane berlainan jenis.
Pada hakikatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan
juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Cinta kasih mereka sebenarnya merupakan egoism dua
orang , mereka adalah dua orang yang saling menemukan kesamaan. Cinta kasih
erotis mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam
segi-segi fusi erotis dan keitsertaan dengan semua aspek kehidupan orang-orang
lain, tapi bukan dalam arti cinta kasih yang mendalam.
Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih,
mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorag sungguh-sungguh mencintai dan
mengasihi dengan jiwanya yang sedalam dalamnya. Hal ini memang merupakan dasar
gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah
memiliki jodohnya sendiri. Dalam kebudayaan barat/zaman sekarang, gagasan itu
ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Ada pula orang yang memandang bahwa
faktor yang penting di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.
Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih
erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih
erotis itu tidak lain daripada perbuatan kemauan. Oleh karena itu, gagasan
bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak
bersukses didalamnya, merupakan gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam
keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan.
MANUSIA
DAN KEINDAHAN
A. KEINDAHAN
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat,
objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna,
atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,
cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari
estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah kecantikan yang ideal adalah
sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan
keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Perbedaannya itu ada pada nilai seni kita masing masing.
semakin abstrak pemikiran kita semakin kualitas menilai keindahan itu akan
semakin jelas baik itu dengan yang ada pada keabstrakan itu sendiri atau yang
dalam keindahan yang berbentuk nyata atau realita. Keindahan sebagai suatu
kualitas abstrak bisa dikaitkan dengan realita bahwa keindahan tidak selalu
berbentuk dalam sebuah simbol tertentu, ketidakjelasan seni itu sendiri atau
keindahan itu tidak bisa diukur secara pemikiran bersama sama tapi secar
individual.
Keindahan memang suatu yang abstrak, kadang kamua akan
menemukan keindahn dalm kekerasan , keanehan, dan kegilaan. Bukan hanya akan
menemukan keindahan dalam kebaikan atau kemanisan. Berpikirlah terbalik apa
yang ada pada yang terdalam dari keindahan itu sendiri. Bedanya itu terletak
pada wujud saja, abstrak atau berwujud benda nyata.
Nilai Estetik timbul dari seberapa indah suatu objek yang
di lihat oleh kita,Estetik berasal dari kata Estetika yang berarti salah satu
cabang dari filsafat.dan Estetika adalah ilmu yang mempelajari tentang
keindahan dari suatu objek yang indah.jadi Nilai Estetik sendiri mempunyai arti
nilai dari suatu keindahan yang kita rasakan setelah kita rasakan maka kita pun
akan menilai seberapa indah objek tersebut.
Nilai Estetika biasa nya ada pada bidang/dunia seni,karna seni merupakan salah
satu dunia yang selalu menghadirkan keindahan dalam setiap kali kita merasakan
nya,pada seni Nilai Estetik sangat di butuhkan agar para seniman dapat
menyajikan keindahan ketika mereka menampilkan dan menyajikan kepada para
penonton.dan juga bisa di gunakan untuk layak atau tidak nya suatu seni untuk
di pertontonkan ke masyarakat.
Ada dua nilai terpenting dalam keindahan
1. Nilai
ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu
hal.
Contohnya
tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai
intrinsik adalah sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan
dari sifat baik tersebut.
Contohnya pesan yang akan disampaikan
dalam suatu tarian.
Kontemplasi adalah
dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan
suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk
mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil
penciptaan. sedangkan ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk
menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
B. RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi
Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita
tentang suatu hal
1.Teori
Pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling”
(Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi
yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan
karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
2.Teori
Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang
karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi
keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan
perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya
dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.
3.Teori Psikologis
Salah satunya ialah teori permainan yang
dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer
(1820-1903). Seni merupakan semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan
adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.
C. KESERASIAN
Keserasian
berasal dari kata serasi, serasi dari kata dasar rasi artinya cocok,
sesuai, atau kena benar. Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsur
pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang. Karena itu, dalam keindahan sebagian
besar ahli pikir menjelaskan bahwa keindahan pada
dasarnya adalah sejumlah kualitas/
pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal,
Kualitas
yang paling sering disebut adalah Kesatuan (Unity), Keselarasan (Harmony),
Ketangkupan (Symetry), Keseimbangan (Balance) dan Pertentangan (Contrast).
Selanjutnya
dalam hal keindahan itu di katakan tersusun dari berbagai keselarasan dan
pertentangan dari garis, warna, bentuk dan kata-kata. Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah
suatu kumpulan hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Keserasian
identik dengan Keindahan. Keindahan adalah suatu susunan keserasian yang dapat
menciptakan kesenangan bagi penglihatan dan pendengaran. Sesuatu yang serasi
tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Pendapat lain mengatakan,
bahwa pengalaman estetik sebagai suatu keselarasan dinamik dan perenungan yang
menyenangkan. Dalam
perimbangan sebagai cabang Teori Objektif dinyatakan bahwa Keindahan merupakan
suatu kualitas dari benda.
MANUSIA
DAN PENDERITAAN
A. PENGERTIAN
PENDERITAAN
Penderitaan atau rasa sakit dalam arti luas dapat
menjadi pengalaman ketidaknyamanan dan kebencian terkait dengan persepsi bahaya
atau ancaman bahaya di suatu individu. Penderitaan adalah elemen dasar yang
membentuk valensi negative dari afektif fenomena.
Kebalikan dari penderitaan adalah kesenangan atau kebahagiaan.
Penderitaan
ini sering dikategorikan sebagai fisik atau mental. Hal ini
dapat datang dalam berbagai tingkat intensitas, dari yang ringan sampai yang
tak tertahankan. Faktor-faktor dari durasi dan frekuensi terjadinya biasanya
senyawa yang intensitas. Sikap terhadap penderitaan dapat bervariasi secara
luas, pada penderita atau orang lain, menurut berapa banyak hal ini dianggap
sebagai dapat dihindari atau tidak dapat dihindari, berguna atau tidak berguna,
pantas atau tidak layak.
Penderitaan
terjadi dalam setiap kehidupan makhluk dalam banyak cara, sering kali secara
dramatis. Akibatnya, banyak bidang kegiatan manusia yang berkaitan dengan
beberapa aspek dari penderitaan.
Kata penderitaan kadang-kadang digunakan dalam arti sempit dari rasa
sakit fisik, tapi lebih sering hal ini mengacu pada rasa sakit mental, atau
lebih sering namun hal ini mengacu pada rasa sakit dalam arti luas, yaitu untuk
menyenangkan perasaan, emosi atau sensasi. Kata sakit biasanya merujuk kepada rasa sakit fisik, sinonimnya
dari kata penderitaan. Kata-kata rasa sakit dan penderitaan yang sering
digunakan dalam arti yang sama namun dalam pengertian yang berbeda.
Misalnya, mereka dapat digunakan sebagai sebuah
sinonim. Atau kedua kata tersebut dapat digunakan secara 'bertentangan' satu
sama lain, seperti dalam "rasa sakit fisik, penderitaan mental", atau
"rasa sakit tidak bisa dihindari, sedangkan penderitaan adalah sebuah
pilihan". Atau mereka dapat digunakan untuk menentukan satu sama lain,
seperti dalam "rasa sakit adalah penderitaan fisik", atau
"penderitaan fisik yang parah atau sakit mental".
Apabila
dikelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan,
maka penderitaan manusia sebagai berikut:
1. Penderitaan
karena umat manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena
perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan
hubungan manusia dengan alam sekitamya. Penderitaan ini kadang disebut nasib
buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan
kata lain, manusialah yang dapat mempetbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk
dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangka nasib buruk itu
manusia penyebabnya.
2. Penderitaan
yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan
manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun
kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
Di
bawah ini adalah beberapa contoh penderitaan yang mungkin sering kita lihat di
lingkungan kita.
a) Pemutusan
hak kerja
Bagi
orang yang sudah berkeluarga mungkin penderitaan ini yang paling di takutkan
apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai kewajiban menafkahi keluarganya,hal
ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang ayah namun juga bagi
keluarganya.
b) Kehilangan
orang tua
Hubungan
kita dengan orang tua merupakan suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu
pasangan diharapkan bisa memahami makna kehilangan ini. Misalnya dengan
berusaha menggantikan posisinya demi mendukung pasangan. Antara lain dengan
cara selalu berada di dekatnya, menjadi pendengar yang baik, dan selalu siap
membantunya.
B. SIKSAAN
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk
merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk
menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan
yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan
sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan
informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan
politik dapat disebut sebagai penyiksaan.
Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk
mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan
atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman
bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah,
siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Siksaan dapat menyebabkan fobia, Fobia
adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu. Ketakutan tersebut dapat timbul
saat menghadapi situasi, berada di suatu tempat, atau ketika melihat hewan
tertentu. Dalam kondisi fobia yang parah, penderitanya akan berusaha menghindar
dari objek yang dapat memicu ketakutan.
Fobia sebenarnya termasuk ke dalam penyakit gangguan kecemasan. Kondisi ini dapat membuat
penderitanya depresi, panik, serta membatasi kegiatan. Fobia bisa bersifat spesifik atau kompleks.
Contoh-contoh fobia
spesifik, di antaranya adalah takut terhadap kedalaman air, ketinggian, hewan,
dokter, jarum suntik, darah, atau takut tertular penyakit seksual. Sedangkan
contoh fobia kompleks, di antaranya adalah takut terhadap situasi sosial,
takut berbicara di depan umum, atau takut berada di ruang terbuka.
Kebanyakan kasus
fobia spesifik dialami oleh penderitanya sejak masa kanak-kanak atau remaja.
Sedangkan fobia kompleks umumnya mulai berkembang ketika penderitanya memasuki
kehidupan dewasa.
Banyak
sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
a. Claustrophobia
dan Agoraphobia.
Claustrophobia
adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup, sedangkan Agoraphobia adalah rasa
takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b. Gamang
Ketakutan bila seseorang di tampat
yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut akibat berada di tempat yang
yang tinggi, misalnya seseoarang harus melewati jermbatan yang sempit,
sedangkan dibawahnya air yang mengalir, atau seseoprang takut meniti dinding
tembok dibawahnya.
c. Kegelapan
Suatu ketakutan seseorang bila ia
berada di tempatyang gelap. Sebab dalam pikirannya dalam kegelapan
demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti, misalnya setan, pencuri, orang yang
demikian menghendaki agar ruangan tempat tidur selalu dinyalakan lampu yang
terang.
d. Kesakitan
Ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit
yang akan dialami seseoarng yang takut diinjeksi, ia sudah berteriak-teriak
sebelum jarum injeksi ditusukkan kedalam tubuhnya,Hal itu disebabkan karena
dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan kesakitan.
e. Kegagalan
Berasal dari seseorang disebabkan
karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang
yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi, karena takut dalam percintaan
berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang pernah dialaminya telah
menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi.
C. KEKALUTAN
MENTAL
Kekalutan mental adalah sebuah penyakit kejiwaan yang akut,
terbatas pada waktu tertentu, dan muncul dalam bentuk depresi yang dipicu oleh stres, kecemasan, atau disosiasi dalam diri
seseorang yang sebelumnya belum mengalami gangguan, sehingga mereka tak dapat
lagi melakukan kegiatan sehari-hari hingga gangguan ini hilang.
Istilah "kekalutan mental" dan "kejatuhan
mental" belum didefinisikan secara resmi oleh sistem diagnosis medis
seperti DSM-5 atau ICD-10, dan hampir tidak
pernah disebutkan dalam literatur ilmiah yang ada saat ini terkait dengan
penyakit kejiwaan.
Gejala-gejala
permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut;
1. Jasmaninya
sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung.
2. Jiwanya
sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan
mudah marah.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental,antara lain
sebagai berikut :
1)
Kepribadian yang lemah
Akibat
kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurnaa hal-hal tersebut sering
menyebabkan yang seseorang merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan
menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
2)
Terjadinya konflik sosial budaya
Akibat
norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat,
sehingga seseorang tidak dapat menyesuaikan diri lagi misalnya orang pedesaan
yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tea yang telah mapan
sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dan masa jayanya dulu.
Proses
– proses yang diambil oleh sesorang dalam menghadapii kekalutan mental,
sehingga mendorongnya kearah :
Ø Positif,
bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang, akan disikapi untuk mengambil
hikmah dari kesulitan yang dihadapinya, setelah mencari jalan keluar maksimal,
tetapi belum mendapatkannya tetapi dikembalikan kepada sang pencipta yaitu
Allah SWT, dan bertekad untuk tidak terulang kembali dilain waktu.
Ø Negatif, bila
trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan
mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang dicita-citakan.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam
lingkungan seperti:
1. Kota-kota
besar yang banyak memberi tantangan-tantangan hidup yang berat.
2. Anak-anak
muda usia yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau
diidam-idamkan.
3. Wanita pada
umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau
perasaannya, tetapi sulit mengeluarkan perasaannya tersebut.
4. Orang
yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan.
5. Orang yang
terlalu mengejar materi.
D. PENDERITAAN
DAN PERJUANGAN
Setiap manusia yang ada di dunia
ini pasti akan mengalami penderitaan, baik yang berat maupun yang ringan.
Penderitaan adalah bagiuan kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena
tergantung kepada manusia itu sendiri bisa menyelesaikan masalah itu semaksimal
munkgin apa tidak. Manusia dalah makhluk berbudaya, dengan budaya itulah ia
berusdaha mengatasi penderitaan yang mengancam hidupnya atau yang dialaminya.
Hal ini bisa mebuat manusia kkreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi
orang lain yang melihat atau berada di sekitarnya.
Penderitaan dikatakan sebagai
kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia
hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, tetapi juga harus merasakan
penderitaan. Manusia juga harus optimis tiap mengalami penderitaan tersebut.
Katena penderitaan sebagaimana halnya hanya sebagai ujian dari yang Maha Kuasa.
Pembebasan dari penderitaan pada
hakekatnya untuk meneruskan kelangsungan hidup. Caranya manusia terssebut harus
berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar,
dengan waspada dan disertai doa kepada Tuhan supaya kita bisa terhindar dari
segala bahaya dan malapetaka. Manusia hanya berencana tetapi Tuhan juga yang
menentukan. Kelalaian manusia bisa menjadi sumber dari segala penderitaan
tersebut. Penderitaan yang terjadi selasin dialami sendiri oleh orang
yang bersangkutan, tetapi juga
bisa dialamai oleh orang lain. Penderitaan juga bisa terjadi akibat kelalaian
orang lain atau penderitaan orang lain.
E. PENDERITAAN,
MEDIA MASA, DAN SENIMAN
Bagi
media masa dan seniman penderitaan dibuat melalui karya sastra yang dapat
dikomunikasikan kepada masyarakat sehingga ikut merasakan penderiaan tersebut.
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih
besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya.
Penderitaan yang terjadi di seluruh dunia merupakan salahs atu obyek sasaran
media massa untuk membuat berita,kemudian akan sampai ke seluruh penjuru
masyarakat termasukpara seniman yang kemudian akan mengapresiasikan rasasimpatinya
melalui karya seni
Media
masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan
demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia
terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi
yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca,
penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
F. PENDERITAAN
DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila
kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya
penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
Penderitaan
yang timbul karena perbuatan buruk manusia
1. Penderitaan
ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan.
Penderitaan
ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang
lainnya. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara
batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang
menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi
pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa
nyaman dan aman. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama,
ketidakharmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan.
2. Penderitaan
yang muncul karena suatu penyakit/siksaan.
Penderitaan
manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran,
tawakal, dan optimis dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan
itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia.
G. PENGARUH
PENDERITAAN
Seseorang
yang mengalami penderitaan biasanya akan menimbulkan sikap yang kurang wajar
atau negatif, karena pada saat seseorang terkena suatu musibah mereka
menganggap bahwa ini adalah suatu hal yang tidak mereka kehendaki atau inginkan
sikap yang timbul biasanya keputusasaan, kecewa, marah, menyesal dan lain-lain.
Selain itu seseorang juga dapat menjadi pribadi yang kurang baik
dilingkungannya karena pengaruh-pengaruh tehadap dirinya yang kurang baik
disaat dia mengalami suatu musibah.
Depresi
juga salah satu pengaruh dari penderitaan , karena begitu banyak sekali
tekanan-tekanan yang menuju kepada seseorang saat terkena musibah misalnya
seseorang yang dipecat dari perusahaanya tempat dia bekerja sudah pasti orang
tersebut mengalami tekanan yang sangat berat karena tidak bisa memberikan
nafkah lagi bagi sang istri, orang yang depresi cenderung untuk tidak ingin
melakukan kegiatan seperti biasanya karena sudah dilingkupi keputusasaan yang
begitu besar. Orang-orang disekitarnyalah yang dapat membangkitkan semangatnya
disamping selalu berserah diri dan selalu berdoa.
Selain
sikap yang negatif ada juga sikap yang positif yang akan ditimbulkan dari
pengaruh penderitaan misalnya apabila seseorang mendapatkan suatu cobaan yang
berat orang tersebut malah bersyukur karena itu mungkin peringatan atau teguran
dari Tuhan yang maha esa terhadap dirinya dan itu dapat menjadi ajang
instropeksi diri apa saja selama ini yang kita perbuat sudah sesuai dengan
perintahNya atau belum. Sesungguhnya apa yang terjadi di muka bumi ini
mencerminkan dari mahkluk hidup yang ada di bumi apakah mereka sudah
melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.
Komentar
Posting Komentar